9.17.2013

Girls are Like Apple



Girls are like apples on trees.
The best ones are at the top of the tree.
Boys don't want to reach for the good apples because they afraid of falling and getting hurt.
Instead they get the rotten apples from the ground that aren't as good, but easy.
So the apples at the top think something is wrong with them, when in fact they are amazing.
They just have to wait for the right boy, the one who will risk everything, who's brave enough to climb all the way up to the top of the tree.


Have you ever feel none likes you? Yes, I've ever. Then, Have you ever think that there is something wrong with you? Yes, I've ever.

Aku pernah. Aku pernah merasakan tidak ada satu orang pun yang menyukaiku dan merasa ada sesuatu yang salah padaku. Dulu, ketika SMA aku selalu merasa begitu. Mungkin itu menjadi salah satu alasan sikapku yang jadi senang mencoba-coba. Mindset yang salah, astagfirullah. Bahkan guruku juga pernah berpesan hal yang sama padaku. Tapi, mungkin bukan aku jika tidak keras kepala. 

Namun pada akhirnya setelah banyak rangkaian coba-mencoba yang pernah ku lakukan aku pun tersadar, aku tidak mendapatkan apa-apa dengan semua yang aku lakukan, dan aku tau dengan jelas "ini salah".


Mungkin benar ya, sebanyak apapun nasehat yang sampai di telinga kita, kalau kita nggak pernah benar-benar "mau" menerimanya maka nasehat itu nggak akan ada artinya. Bener sih kalau hidayah itu memang harus dijemput, bukan menunggu datang sendiri. Toh, kalau kita terus melakukan pembelaan atas apa yang kita lakukan kita akan terus saja menolak sebuah kebenaran. Dulu, aku selalu membela diri sendiri dan melakukan pembelaan atas sesuatu yang salah.


Dulu pemikiranku belum benar-benar terbuka, sampai aku membaca kata-kata di atas dari akun twitter nisa. Diam-diam aku setuju. Ya, mungkin 'apel' yang satu ini merasa ada yang salah. Padahal pada kenyataannya 'apel'nya terlalu tinggi untuk dijangkau dan belum ada orang yang berani untuk memanjat pohonnya. :) Oleh karena itu, bersabarlah menunggu orang yang berani 'memanjat' untuk meraih 'apel' tersebut.

Akhirnya aku mengerti.



No comments: