4.12.2018

Survey: Apakah Sebaiknya Saya Melanjutkan Blog Ini?

Halo teman-teman semua, kali ini saya ingin mengajukan survey pendapat tentang keberlangsungan blog ini.

Sesekali saya terpikir untuk menutup blog ini, karena kurang aktif dan konten yang sudah kurang relevan dengan kondisi saya saat ini. Akan tetapi, saya lihat masih ada beberapa teman-teman terutama adik-adik yang masih menempuh pendidikan farmasi yg menghubungi atau meminta bantuan kepada saya.

Menurut kalian, apakah saya sebaiknya menutup blog ini? atau melanjutkannya? Jika kalian ingin blog ini terus berlanjut atau diperbarui, kira-kira konten seperti apa yg kalian sarankan?

Sertakan di kolom komentar ya. :) Saran kalian akan sangat membantu. Terima kasih.

6.23.2017

Perjalanan Baru: Apoteker

Lebih dari satu tahun berlalu sejak saya putuskan hiatus di blog ini. Sebenarnya saya belum memikirkan kelanjutan dari blog ini. Belakangan, saya memang tidak terlalu aktif menulis di blog. Pun saya lanjutkan kegiatan menulis, saya berniat membuat tulisan dengan muatan yg lebih berat. Akan tetapi, setelah saya perhatikan, masih ada sedikit manfaat yang bisa saya bagikan dari blog ini. Meskipun sekedar diskusi soal jurusan farmasi, literatur, atau tulisan-tulisan lama--yang melankoli itu. Hihi.

Alhamdulillah tulisan kali ini membawa sebuah kabar gembira. :)



Terhitung sejak maret 2017, saya telah resmi disumpah sebagai Apoteker. Sebuah pencapaian yang cukup mengharu biru, sebab memang prosesnya tidak mudah. Akhirnya saya berhasil keluar dari kampus Gajah dalam satu tahun masa studi. Saya sangat bersyukur karena mampu melalui semua tahapan ujian apoteker yang luar biasa itu. :D Terlebih, angkatan saya adalah angkatan pertama yang mencicipi Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) sebagai syarat wajib kelulusan. Dengan beban ujian kampus yang berat dan ditambah kewajiban lulus UKAI membuat kelulusan ini rasanya sangat menggembirakan. (Gimana enggak ya, ujiannya sekitar dua bulan, bertubi-tubi)

Jika ada yang bertanya, mau tidak mengulang ujian apoteker ITB, saya pasti akan menjawab "sekali saja sudah cukup". Cukup ia jadi bagian dari sejarah hidup, dikenang dan ditertawakan (waktu menjalani sih, ditangisi) :D

Tetapi, menyandang gelar apoteker tentu memiliki beban dan tanggungjawab tersendiri. Tidak berarti berhenti belajar sebab "ujian" yang sesungguhnya adalah ketika mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dari kampus. Doakan saja saya mampu mengemban amanah profesi ini sebaik mungkin, melakukan praktik yang bertanggungjawab dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat. Aamiin.

Terima kasih untuk teman-teman yang masih meninggalkan jejak di blog ini atau menyapa lewat surel. Salam sejawat.

1.07.2016

Hiatus

Gambar dari sini

Halo.. cukup lama rasanya tidak bercerita di blog ini. Sesekali rasanya rindu. Tetapi kali ini saya ingin mengumumkan sesuatu, yaitu kemungkinan akan hiatus-nya blog ini untuk waktu yang cukup lama. Sedih ya, lama tidak muncul dan tiba-tiba memberi kabar buruk. Maafkan saya pembaca setia (kalau ada). :D Saya memprediksi tidak akan memiliki banyak waktu untuk beberapa bulan ke depan karena saya sedang ingin fokus melanjutkan pendidikan untuk saat ini. Alhasil mungkin blog ini akan sedikit terbengkalai seperti beberapa bulan terakhir saat sibuk mengurus skripsi dan lain hal. Tetapi, saya berencana untuk tetap sesekali menulis di blog ini. Tenang saja, kalian tetap bisa membaca ocehan random saya di tumblr ini. Keputusan hiatus ini tidak ada hubungannya dengan perselingkuhan dengan tumblr ya. :D So, siapapun yang mungkin ingin bertanya atau menyapa tetap bisa menghubungi saya via email seperti biasa. ;)

C u later!

11.25.2015

Advice Series to My Sister in Islam


Alhamdulillah akhirnya Advice series ini kelar juga. Senang sekali rasanya bisa belajar menggambar sekaligus menyebarkan pesan kebaikan, terlebih project ini cukup mendapatkan feedback yang positif. Saya pun semakin semangat membuat project lainnya. Nantikan ya! :D

Btw, feel free to share this artwork for your sister, k? ;)

11.15.2015

You Still Have Chances




Salah banget nonton ini pas lagi homesick. Udah nggak tahan mulai dari pertanyaan ketiga. T.T I remember my last hug with her and it was just... She even about to cry. Watch it and I shouldn't ask, you sure will cry (too).

11.12.2015

Melanjutkan Impian

Halo, sudah lama sekali sejak terakhir kali saya bercerita di blog. Rasanya, ada satu bulan yang benar-benar tidak terisi dengan satu postingan pun. Ada banyak hal yang terjadi dan saya lalui. Mulai dari hectic-nya menyusun bab 4 skripsi, mengejar-ngejar jadwal sidang, bekerja di proyek penelitian, wisuda, pindahan kos, pulang kampung, sampai mengikuti tes apoteker. Kalau dipikir-pikir lagi, ada banyak hal yang sepertinya sangat sulit dilalui (pada masa itu) akhirnya terlewati. Alhamdulillah.

Hal-hal yang saya sebutkan di atas benar-benar menguras banyak tenaga, waktu, pikiran dan perasaan. Saya saat itu hampir tidak mendapat waktu untuk sidang hasil dan akhir karena dosen pembimbing saya cuti hamil dan melahirkan, ditambah lagi dosen penguji saya harus pergi dan ada pula yang sakit. Jika dipikirkan, betapa sulitnya masa-masa itu. Namun, Allah memberi saya jalan. Setelah menaklukkan banyak kesulitan, akhirnya saya dinyatakan lulus. Saya masih tetap berada di perantauan untuk menunggu waktu wisuda. Saat itu, saya mengisi waktu luang dengan menjadi asisten dan bekerja untuk proyek penelitian. 

Di tengah kesibukan keduanya, saya pun menunggu waktu pendaftaran apoteker di Universitas lain. Tak disangka, di awal bulan Oktober ITB membuka pendaftaran. Lagi-lagi kejutan ini membuat kehidupan saya kembali ramai. Saya hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk persiapan. Di tengah kesibukan mengerjakan penelitian yang menghabiskan waktu pagi-sore (bahkan terkadang malam), saya harus mempersiapkan administrasi, mengumpulkan bahan untuk belajar, dan tentu saja belajar. Tentu sudah menjadi rahasia umum, tes masuk apoteker ITB itu sulit. Ada banyak sekali postingan blog berisi cerita itu, bahkan menyarankan untuk belajar setidaknya dua minggu sebelum ujian. Sementara selama satu minggu saya hanya berkutat pada persiapan administratif dan mengumpulkan bahan belajar. Alhasil, saya selalu memaksa diri untuk bangun dini hari dan belajar. Sebagian teman-teman saya enggan mengikuti tes karena merasa waktu persiapan yang dimiliki sangat singkat. Bukannya tidak merasakan hal serupa, namun saya bertekad untuk tetap maju. Izin orang tua mudah sekali saya dapatkan pada waktu itu, sehingga saya tidak ragu untuk terus berjuang.

9.22.2015

Privasi



Totally true. Zaman sekarang kita tidak perlu masuk ke rumah seseorang untuk mengetahui kehidupan pribadinya. Ingin tahu tentang siapa keluarganya, temannya, kegiatan sehari-harinya, buka saja akun instagram ybs. Ingin tahu tentang hal-hal yang ia pikirkan, baca saja status facebook, twitter, line, path, dsb. Sadar atau tidak, kita menjadi sedemikian terbuka pada orang lain. Tidak sepenuhnya negatif, banyak sekali akun-akun yag menginspirasi dengan membagikan foto dan menceritakan kegiatan hariannya di media sosial. Tetapi, kita sama-sama setuju kan setiap hal punya dua sisi seperti koin, bisa berguna pun berbahaya seperti pedang?

Belakangan, saya beberapa kali membaca postingan yang isinya tentang penyalahgunaan foto atau tulisan untuk akun-akun palsu. Celakanya, akun-akun ini menggunakan foto bahkan tulisan itu untuk menarik simpati orang lain dan memanfaatkannya untuk tindak kejahatan. Tentu saja, itu merugikan pemiliki foto/tulisan yang asli. Ironisnya, postingan kita memberikan informasi/bekal dengan cuma-cuma untuk membantu orang lain melakukan kejahatan. Tidak menutup kemungkinan bahkan kejahatan yang tertuju pada diri kita sendiri. Ketahuilah, apa yang kita bagikan di dunia maya akan menjadi milik publik. Setuju atau tidak begitu kenyataannya. Jadi saya rasa menulis status "Sedih ditinggal pergi keluarga sendirian di rumah :(" bukan lagi sekedar hal yang remeh. Hati-hati.

Jangan sampai kita menutup rapat pintu rumah kita, tetapi lupa menguncinya di dunia maya. Ada lebih banyak orang yang berpotensi 'mengintip'mu melalui dunia maya dibandingkan dunia nyata. Itulah sebabnya, saya sendiri tidak terlalu sering memposting foto dan sedang berusaha mengurangi cerita pribadi di media sosial. Saya masih menginginkan privasi, sekalipun menunjukkan kehidupan seperti orang lain pun terkadang ingin. Akan lebih baik untuk memperbanyak membagikan hal-hal yang menarik bagimu, karyamu, proyekmu, dll.

Hati-hati ya! ;)