6.30.2014

Praktikum Lapangan - Loksado

Gambar ini saya ambil ketika mobil sedang mogok dan harus menunggu.
Melintasi senja sewaktu pulang.
Jembatan di sekitar tempat singgah

Ini masjid untuk singgah makan siang dan sholat. Lupa namanya.

Menuju air terjun, perjalan harus dilalui setengah mendaki.

Batu-batu di sepanjang aliran sungai.

Menuju air terjun.

Rombongan sedang mendaki dan menuruni medan.

Tujuan: Air Terjun Riam Hanai
Sedikit lagiii.. :D

Sudah mulai terlihat..

Akhirnya sampai..

This..

Jembatan gantung
Selalu suka ranting.


Anak kecil yang melihat keriuhan kami dari atas sungai.

Bekalnya cumen kamera pocket. Seadanya.. ^^ Nggak terasa ini dua tahun yang lalu. Foto-foto tersebut diambil dari beberapa lokasi yang berbeda. Perjalanan-Air Terjun-Sungai.

Desa Tambak Baru - Martapura








Ini desa yang jadi sasaran untuk program Desa Binaan Dept. Jaringan dan Hubungan Masyarakat periode 2014 yang sedang saya pegang. Sementara ini akan saya tinggalkan untuk berkelana ke desa lain (KKN). Semoga di desa tersebut dapat panorama secadas ini! B)

6.28.2014

Journey 2: Angsana

Haloo.. Sepertinya sayang banget ya kalau cerita jalan-jalan itu dilewatkan. Waktu itu saya sempet males banget nulis tentang perjalanan ini. Tapi kembali lagi dengan alasan di awal tadi, kok kayaknya sayang banget. Lagi pula journey 1 dan 5 sudah saya post, masa yang ini nggak sih. Ya nggak papa deh ya kalau nggak sesuai urutan. :D Selamat menyimak!

Journey kedua keluarga86 setelah ke gunung adalah ke pantai. Pengen ngerasain jadi anak pantai gitu cyin! hihi. Selain itu pengen juga ngerasain santai kayak di pantai. Hehe. Kebetulan, kalau saya perhatikan nih, daerah wisata yang cukup jauh untuk orang yang tinggal di Banjarmasin dan Banjarbaru adalah pantai. Makanya, temen-temen kayaknya excited banget pergi ke pantai. Kalau saya sih, tinggalnya (aslinya) di daerah dekat pantai, 15 menit juga sampai. Makanya, saya senang tapi tidak se-excited waktu naik gunung.

Perjalanan kali ini adalah menuju Pantai Angsana, lokasinya adalah di di desa Angsana, Kec. Angsana, Kab. Tanah Bumbu. Kali ini, perjalanan ini diikuti oleh banyak sekali partisipan, haha. Ya lumayanlah dibanding Journey pertama. Ada sekitar 30 orang atau lebih yang ikut. Berhubung untuk menuju pantai ini kami harus menempuh jarak yang lumayan jauh, kami pun menyewa 3 buah mobil + 1 mobil tebengan. Jadilah 4 mobil yang siap sedia mengangkut kami semua.

Things That Hurt

Gambar dari sini
 Things That Hurt..
  • Being unsure of how someone feels about you.
  • Feeling like they are mad at you.
  • Being misunderstood by people you care about.
  • Being judged by people you care about.
  • Feeling like you lost something that was never yours.
  • Feeling like you’re doing too much.
  • Thinking you aren’t doing enough.
  • Not knowing if you should say something.
  • Worried about what they’ll think if you do say it.
  • Feeling like you care more than they do.
via ahobmyeong
Well, said.

6.27.2014

Characteristics of a Muslim Husband

Take from Halal Love Story, i think it will helpfull.. ^^
It would be best describe as how to treat your wife, hehe.
  1. Dress up for your wife, look clean and smell good. When was the last time you went shopping for the best clothing? Just like the husband wants his wife to look nice for him, she also wants her husband to dress up for her too. Remember that the Prophet (PBUH) would always start with Miswak when returning home and always loved the sweetest smells.
  2. Use the best names for your wife. Call your wife by the most beloved names to her, and avoid using names that hurt their feelings.
  3. Don’t treat her like a fly. We never think about a fly in our daily lives until it ‘bugs’ us. Similarly, a wife will do well all day – which brings no attention from the husband – until she does something to ‘bug’ him. Don’t treat her like this; recognize all the good that she does and focus on that.
  4. If you see wrong from your wife, don’t try to change every single imperfection she has about her. Abu Huraira (RA) reported Allah’s Messenger (PBUH) as saying: Woman is like a rib. When you attempt to straighten it, you would break it. And if you leave her alone you would benefit by her, and crookedness will remain in her. [Muslim]
  5. Smile at your wife whenever you see her and embrace her often. Smiling is Sadaqah and your wife is not exempt from the Muslim Ummah. Imagine life with her constantly seeing you smiling. Remember also those Hadeeth when the Prophet (PBUH) would kiss his wife before leaving for Salah, even when he was fasting.
  6. Thank her for all that she does for you. Then thank her again! Take for example a dinner at your house. She makes the food, cleans the home, and a dozen other tasks to prepare. And sometimes the only acknowledgment she receives is that there needed to be more salt in the soup. Don’t let that be; thank her!
  7. Ask her to write down the last ten things you did for her that made her happy. Then go and do them again. It may be hard to recognize what gives your wife pleasure. You don’t have to play a guessing game, ask her and work on repeating those times in your life.
  8. Don’t be little her desires. Comfort her. Sometimes the men may look down upon the requests of their wives. The Prophet (PBUH) set the example for us in an incident when Safiyyah (RA) was crying because, as she said, he had put her on a slow camel. He wiped her tears, comforted her, and brought her the camel.
  9. Be humorous and play games with your wife. Look at how the Prophet (PBUH) would race with his wife Aisha (RA) in the desert. When was the last time we did something like that?
  10. Always remember the words of Allah’s Messenger (PBUH): ‘The best of you are those who treat their families the best. And I am the best amongst you to my family.’ Try to be the best!

NOTE: For the women who read, please do not rub this into your husbands faces because it won’t work to fix the situation.  In fact I believe many things here are applicable to women also respectively.  This should be read with the intention to rectify ourselves and not knit-pick and find faults in others.

In conclusion: Never forget to make Dua to Allah to make your marriage successful.

Aamiin.
I like 7th and 9th point. ^^
 
This is secret! Pssst!

 
 


Lo Pilih Prabowo?


Sebenarnya saya nggak mau ngotorin blog saya dengan ikutan ribut soal kampanye dan pemilu. Meskipun, di dunia nyata saya tetap menyimak perkembangan pemilu dan tentu saja nggak apatis dengan persoalan yang menyangkut masa depan Bangsa ini. Tapi, ketika membaca tulisan ini saya rasa pertimbangan dan pemikiran saya selama ini cukup terwakilkan. Ya, akhirnya saya cukup mantap untuk menentukan pilihan. Seperti kata penulis, pemilu ini bukan tentang siapa yang lebih baik dari yang lain melainkan tentang memilih yang lebih sedikit keburukannya dari yang ada--tentunya dengan subjektivitas saya. Selamat menyimak! Saya hanya merasa anda perlu membaca ini.

Dikutip langsung dari sini 

 




6.24.2014

Dinding

"Aku besar tanpa kejadian-kejadian yg besar. Dan ku pikir, itu bagus. Hidup lebih mudah tanpa kejutan. Dan supaya aman, kita harus punya dinding yang nggak boleh dilewatin oleh siapapun."
Kok kadang saya setuju ya dengan kutipan dialog film pendek ini? 

Sudah Siap KKN?

Waktu kadang tanpa terasa berlalu, entah karena kita menikmati segala proses yang ada atau justru sebaliknya.. tidak ada yang berubah dari diri kita.

Saya harap, saya ada di kategori yang pertama.

Ada banyak hal yang telah dilalui selama hampir 3 tahun menuntut ilmu sebagai mahasiswa. Suka, duka, tangis, tawa, terjatuh, berdiri, berlari, hampir semuanya sudah pernah dirasakan. Sejauh ini, nikmat tidak nikmat, semuanya dijalani dengan penuh rasa syukur. Karena ada banyak sekali hal sulit yang pada akhirnya terlewati dan saat ini saya bisa bilang, "Saya baik-baik saja".

Sekarang ada di sebuah titik, dimana zona nyaman akan kembali ditinggalkan. Saatnya menjalankan pengabdian. Beberapa bulan yang lalu, saya hanya bisa duduk menopang dagu mendengarkan hingar bingar cerita KKN. Cerita beberapa kakak tingkat dari kamar sebelah. Ada yang nelangsa, ada yang riang-riang saja. Lucunya, ada yang bahkan harus tidur di atas kardus, menerjang jalan berlumpur berjam-jam, berbuka puasa dengan air hujan, atau berjuang hanya untuk mencari makan.

Kini, saya yang bertanya-tanya. Akan ada kisah apa ya nantinya? Apakah nelangsa, penuh lara, atau
sukacita?

Ah, kita tunggu saja.
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
dikutip dari sini 

Semoga ini menjadi salah satu jalan untuk menjadi bermanfaat! Belajar dan belajar!

6.21.2014

Random Night

Ceritanya sudah selesai ujian untuk semester ini. Betapa senangnya saya pada akhirnya bisa juga melewati semester dengan ambilan 10 mata kuliah ini. Fiuh! Ini ambilan terbanyak loh, sebelumnya saya cuma mengambil paling banter 9 mata kuliah. Sekedar curhat, mungkin kuliahnya nggak terlalu terasa, paling menyita 2 jam setiap minggunya. Yang agak bikin berat itu adalah ujiannya, tugasnya, diskusinya. :D Ya itu bisa dibilang semuanya nggak? At least, mata kuliah Interaksi obat yang saya ambil lumayan banyak manfaat sama kaitannya sih di semester ini. So far, nggak perlu disesali.

Malam ini, lepas sudah dari belenggu ujian berhari-hari itu. Saatnya refreshing otak, pilihannya jatuh pada maraton film! Haha. Ada tiga film yang saya tonton malam ini. Saya pilih secara random. Di antara ketiganya yang berkesan adalah yang terakhir, bergenre keluarga, love, life. Saya nggak milih-milih loh ya.. nontonya juga random kok. Film pertama cerita kisah cinta tapi yah.. terlalu klasik dan fantasi banget lah. Film kedua ternyata action -_-. Film ketiga, so touching!

Nggak perlu sebut judul filmnya ya, ketauan ntar nggak update-nya :D.

Setelah nonton film ini saya jadi bertanya-tanya, kenapa ya dua orang yang saling cinta--atau seenggaknya saling menyayangi--itu susah banget untuk jujur satu sama lain?

Kedua, pernyataan 'Ketika memang ditakdirkan bersama, Tuhan nggak akan menggerakan satu hati melainkan sekaligus dua-duanya' itu sepertinya benar. Dengan catatan, kita memperjuangkan orang yang tepat, yaitu orang yang tau jika ia sedang diperjuangkan.

Ketiga, perfect couple doesn't always perfect man and woman. Justru dengan segala kekurangan dan kepayahan yang dimiliki mereka udah kayak gembok sama kunci, klik aja gitu. Justru saling melengkapi. Wanita cantik pintar dan dewasa ini, siapa yang tau justru menitipkan kebahagiaanya pada seseorang yang dia katakan bodoh, payah dan nggak dewasa.

Terakhir, ada banyak pilihan dalam kehidupan kita. Namun, kita yang menentukan mana yang penting dan berharga untuk kita simpan dan prioritaskan. Contohnya, di sini si tokoh lebih memilih keluarganya dibanding pekerjaan.

Saya kira itu. :)
Ilustrasi



6.18.2014

Sembunyi, Lari, Menarik Diri?

Saya bingung. Iya beberapa hari ini saya bingung harus berbuat apa. Saya mau tuliskan juga saya bingung mau menulis apa. Sampai pada kalimat ini pun saya sebenarnya masih bingung mau menulis apa. Tapi ya sudahlah, kan sudah tertulis hehe.

Kenapa tetap menulis? Karena katanya bagaimanapun menulislah untuk tetap memelihara jiwa kita. Menulislah karena nantinya tulisan itu sendiri yang akan memberikan nasehat kepada diri kita, ketika kita tidak tau harus bagaimana. Ketika kita ragu untuk mendengarkan bisik-bisik di dalam hati itu atau tidak. Bagaimanapun menulislah, bukan untuk sebuah pujian atau untuk orang lain. Tapi, semata-mata untuk diri kita sendiri, untuk memelihara jiwa kita.

Saya belakangan bingung karena saya marah. Entahlah, kenapa saya bisa tiba-tiba begitu reaktif dan sensitif. Namun, seperti biasa ketika marah ya saya hanya bisa diam, memendam. Saya mana boleh melemparkan kemarahan pada orang lain. Toh, setelah saya pikir-pikir yang membuat saya marah adalah karena saya merasa sakit. Orang yang bertanggung jawab menyakit diri saya bukan orang lain, tapi diri saya sendiri yang mengizinkannya. Tentu saya bisa saja tidak menganggap dan tidak memperdulikan semuanya, yang berujung pada saya tidak akan merasa terluka atau apa. Tapi, kadang melakukannya tidak semudah menuliskannya.

Ada satu ketika kamu telah memupuk harap, jaraknya pun terasa sudah teramat dekat. Namun, justru ketika harapan itu sedang melambung tinggi-tingginya maka ia berpotensi untuk mudah sekali jatuh dan goyah. Ya, semakin tinggi lambungannya maka semakin kencang angin yang akan menerpanya. Lalu, menaruh harap pun menjadi sesuatu yang amat riskan dan menakutkan. Mundur teratur pun kembali dilakukan. Harus bagaimanakah menaruh harap itu dilakukan? Saya masih tidak punya jawaban.

Ya, kembali membangun benteng diri, bersembunyi, dan melarikan diri mungkin bisa menjadi pilihan untuk saat ini.

Sampaikan Pada-Nya

"Ya selalu saja kamu begitu", kata si logika pada perasaan. "Kamu selalu memilih untuk berdiam, memendam. Memangnya masalah itu akan selesai?" katanya lagi dengan nada agak memojokkan.

"Memangnya kalau saya cerita atau umbar-umbar masalah ke mana-mana juga bakalan selesai?" balas si hati. Dia merasa menang. "Coba sekarang tunjukkin kalau memang dengan tidak memendam semuanya akan selesai!"

"Iya, masalah kamu memang nggak akan selesai jika kamu umbar. Tapi juga nggak akan selesai kok kalau kamu pendam."

"La terus?" tanyanya sebal. "Harus apa aku?"

"Memberitahu semua orang tentang masalahmu tidak akan menyelesaikan masalah itu. Tidak semua orang mau peduli dan mau mendengar ceritamu. Tapi, selalu ada satu yang mau mendengarmu bahkan ketika kamu tidak mau bercerita dengannya. Ada satu yang selalu mengerti bahkan tanpa kamu harus jelaskan panjang lebar permasalahannya. Dia. Dia yang Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, Maha Pengasih, Maha Penyanyang. Masih kah kamu kebingungan harus berlari kemana?"

Hati pun mengalah, bukan karena ia kalah. Tapi karena memang itulah jawaban yang ia cari. Bukan ia cari, sebenarnya ia sudah tau itulah jawabannya. Ia hanya terlalu angkuh untuk mengakuinya.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).
Dikutip dari sini 





6.14.2014

Journey 5: 3030

Kalian tau tidak apa penyesalan terbesar saya setelah lulus dari SMA?

Bukan soal kejahiliyahan masa lalu, hehe. Bukan juga soal kenapa nilai UN saya hanya segitu. Bukan itu semua. Penyesalan saya setelah lulus dari sekolah menengah atas itu adalah, "Kenapa saya tidak meninggalkan lebih banyak lagi kenangan bersama teman-teman saya?" Kegiatan seni, olimpiade, debat, keagamaan, sampai organisasi saya ikuti. Tapi, saya masih merasa itu semua kurang.

Tiga tahun menjalin kebersamaan itu rasanya penuh dengan kenangan. Walupun kami seringkali mengadakan acara kumpul bersama di pantai, bahkan masih tetap melanjutkan agenda jalan-jalan lebaran bersama, saya tetap merasa kurang. Harusnya, masih ada lebih banyak lagi 'kegilaan' yang dapat dilakukan bersama-sama.

Kali ini, saya tidak ingin kehilangan itu lagi. Masa-masa dimana kita masih bisa menikmati kebersamaan dan segala hal ajaib bersama teman-teman. Dalam rangka tidak melewatkan masa tersebut angkatan kami "Keluarga 86" memiliki sebuah agenda yang baru-baru ini juga dilaksanakan yaitu Journey 86, suatu perjalanan menaklukkan 86 tempat. Haha. Keren ya. Saat ini kami sudah menjalani Journey ke-5, dan masih ada banyak rencana perjalanan lainnya. Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya kali ini saya tidak mau melewatkan kesempatan lagi.

Sejauh ini, saya masih tidak absent satu pun perjalanan. Mudah-mudahan saya bisa menunaikannya secara keseluruhan. :) Cerita tentang mendaki, menuju pantai angsana, ziarah, buka puasa bersama dan kali ini ke 3030 itu semua adalah agenda Journey 86. Oh iya cerita tentang pergi ke angsana belum saya ceritakan ya di sini. Mungkin, nanti.

Kali ini kami baru saja pergi bersama ke sebuah acara yang dipersembahkan oleh 3 (baca: Three). Jangan tanya soal acaranya, saya cuma punya tiga kata "Keren, kreatif abis!". Saya semakin yakin dengan kekuatan imajinasi, keren! Kadang, melihat acara-acara sejenis ini jadi merasa punya passion yang semakin kuat dengan dunia kreatif. :') In case, saya sekarang ada di jurusan yang lain. :D It's ok!

Sayangnya, saya lebih suka menikmati moment dan fokus melihat acaranya ketimbang mengambil foto saat pertunjukkan. Jadi, kalau kalian penasaran silahkan cari tau sendiri atau datang langsung ke acaranya, sepertinya mereka mengadakan tour ke banyak kota kok. Konsepnya adalah kehidupan kita di masa depan. Saya jamin seru!

Nah, karena saya tidak punya foto di dalam, lebih baik lihat foto-foto kami saja~ :D





Siap menuju Journey selanjutnya? Siap!

Berubahlah, Untuk Dirimu Sendiri

Jangan pernah berniat berubah demi seseorang. Tapi, berubahlah demi dirimu sendiri. Karena, ketika dia yang kamu jadikan alasan berubah tidak lagi sesuai dengan apa yang kamu harapkan atau justru sebenarnya tidak pernah menjadi seperti yang kamu bayangkan maka perubahan itu akan terasa sia-sia. Perubahan itu hanya seperti membuang-buang waktu. Berubahlah.. demi dirimu sendiri, demi kebaikanmu.
Siti Rahayu
Banjarbaru, 14 Juni 2014.

6.11.2014

Mari Bercerita - Payung Teduh

Ayok kita nyanyi iniiiii! *melting*




Liriknya maaaaan..

Payung Teduh - Mari Bercerita (Lirik)

Seperti yang biasa kau lakukan
di tengah perbincangan kita
Tiba-tiba kau terdiam
Sementara ku sibuk menerka apa yang ada di pikiranmu

Sesungguhnya berbicara denganmu
Tentang segala hal yang bukan tentang kita
Mungkin tentang ikan paus di laut
Atau mungkin tentang bunga padi di sawah

Sungguh bicara denganmu tentang segala hal yang bukan tentang kita
Selalu bisa membuat semua lebih bersahaja.. Ooo..

Malam jangan berlalu
Jangan datang dulu terang

Telah lama kutunggu
Ku ingin berdua denganmu

Biar pagi datang
Setelah aku memanggil terang

Paus, bunga padi! Aih pencuri terang.. :D Suka deh..

6.09.2014

Akhirnya DandeLion Lahir!

Halo semuaa...
Ada berita baik nih, :p

Akhirnya 'anak' saya lahir. Setelah sekian lama memendam hasrat untuk membuatnya akhirnya terlaksana juga. hehe.

Anak di sini bukan anak beneran ya. DandeLion adalah online shop saya, di sana saya jual barang-barang unik dan lucu. Yap! DandeLion, where every cutie stuff is here!

Berhubung saya sendiri hobi dan paling nggak tahan melihat benda-benda unyu dan lucu, daripada sekedar jadi hobi saya putuskan untuk menggelutinya sebagai usaha. Lumayan kan bisa melihat dan mengadopsi mereka (benda-benda unyu) semua. Sangat menyenangkan pastinya!

Terkesan terlalu bersemangat ya? :p Memang itu tujuannya. Barang-barang lucu itu bagi saya bisa menambah semangat dan keceriaan tersendiri. Selain itu, bisa membantu teman-teman lebih terorganisir alias teratur. ^^

Btw, kenapa namanya DandeLion? Kalian tau DandeLion kan? Bunga (hmm.. bisa disebut bunga nggak ya) yang satu ini identik dengan harapan. Ketika kalian meniupnya, ada harapan baru yang diterbangkan. Benih-benih dandelion itu ringan, mudah terbawa angin, terlihat rapuh, tapi lihat ketika ia menyentuh tanah, Ia membawa kehidupan baru di sana. Mungkin itu lah kenapa dandelion identik dengan harapan. Dengan begitu, saya pun menyelipkan banyak harapan pada DandeLion. :)

Kenapa huruf L nya besar? :D Karena saya suka, singa. :p Udah gitu aja.

Menyenangkan sekali jika kalian bersedia mampir ke Page DandeLion di sini >> https://www.facebook.com/ddliones

May you have a hapy and cheerful day!

6.07.2014

Di Balik Wanita Sukses

Faktor utama melejit atau tenggelamnya potensi seorang perempuan setelah pernikahan adalah keputusan dan tindakan suami.

Kita tentu sering mendengar bahwa di balik laki-laki sukses ada perempuan hebat. Sesungguhnya, di balik perempuan sukses pun ada laki-laki bijak.

Jika semua laki-laki dan perempuan bisa bersinergi dengan baik, maka sesungguhnya yang ada di dunia ini hanyalah laki-laki dan perempuan sukses.

Sari A. Rahmawati
dikutip dari sini
Sepakat!

6.06.2014

Jika Tak Kau Temukan

Jika tak kau temukan apa yang kau cari maka sebaiknya engkau curiga.. Barangkali, itu adalah saat dimana engkau harus mencipta.

6.03.2014

Ramadhan Food Habits Tips

Assalamu'alaykum ya akhi ya ukhti.. ^^

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Ramadhan sebentar lagi. Mudah-mudahan umur ini disampaikan ke sekian kalinya untuk berjumpa dan melalui bulan Ramadhan tahun ini.

Gambar dari sini
 Saya mau berbagi tips yang saya dapat nih buat sobat muslim sekalian selama menjalani bulan Ramadhan. I got this information from here. Feel free to share, 'cause sharing is caring. :)

This photo post based on advice from Dr. Farouk Haffejee of the Islamic Medical Association of South Africa (Durban) provides useful advice on how to avoid some common problems encountered in Ramadan. If followed, it would enable one to fast comfortably and enjoy fully the spiritual benefits of Ramadan. 

All photos have been created by Afrah Awan and are a copyright of @Habibi Halaqas. They must not be photoshopped or edited in any way but we encourage you to share and spread them for others' benefit :)
 

6.01.2014

Rumus Memberi


Saya teringat sebuah pesan yang disampaikan oleh Pak Anis, salah satu dosen Kewirausahaan yang sangat menginspirasi. Tak jarang, begitu menggugah. Kuliah kewirausahaan memang lebih mirip dengan sedang mengikuti training motivasi. :)

Waktu itu, Pak Anis berbagi rumus matematis memberi.

Jika 1 : 1 maka hasilnya adalah 1. Ini adalah perumpamaan bagi mereka yang memberi 1 dan berharap kembali 1, impas, ia mungkin tidak akan kecewa atau bahagia.

Jika 1 : 2 maka hasilnya adalah 1/2 atau setengah. Ini adalah perumpamaan bagi mereka yang memberi 1 dan berharap kembali 2. Mereka pasti akan kecewa, karena seolah-olah yang diperoleh kembali tidak sebanyak pemberiannya.

Sedangkan jika 1 : 0 maka hasilnya adalah ~ (tak terhingga). Ini adalah perumpamaan bagi mereka yang memberi 1 dan tidak mengharapkan kembali. Maka, ketika kebaikan itu berbalik kepadanya seolah-olah sangat banyak jumlahnya. Tentu saja, karena berharap kembali saja tidak. Demikian rasa kecewa pun tentu tak ada, yang ada hanya perasaan bahagia.

Sekarang, anda pilih yang mana??