12.11.2013

The Frog in The Well


Cerita ini berasal dari fabel China, saya ceritakan ulang ya. Cerita in tentang seekor katak yang hidup di dalam sebuah sumur. Dia tidak pernah meninggalkan sumur itu dan tidak tau bagaimana dunia luar. Baginya, mulut sumur adalah langitnya, sedangkan lumpur dan genangan air adalah dunianya. 


Suatu hari, ada seekor kura-kura dari Laut Timur datang dan mengintip ke dalam sumur tersebut. Dia bertanya, apakah sang katak bahagia di dalam sana. Sang katak tertawa, dan menjelaskan betapa menyenangkan dunianya. "Serangga, kepiting dan kecebong bagaimana mungkin menandingi saya." Si katak merasa seperti penguasa dunia. Ia pun mengajak kura-kura untuk melompat ke dalam ikut serta dengannya. Si kura-kura telah mencoba, tapi ternyata tubuh kura-kura itu tersangkut dan tidak dapat masuk ke dalam sumur. Jadi sebaliknya, kura-kura mengajak katak untuk lompat ke luar.



Katak menolak. Dia bersikeras di luar sana tidak ada lumpur untuk bermain dan air untuk berenang. Jika dunia itu besar, maka dia dapat melihatnya dari dasar sumur, pikirnya. Kura-kura tertegun karena kebodohan si katak. Dia memberitahu katak tentang luas dan dalamnya Laut Timur. "Tapi, bagaimana mungkin kamu tahu?" tanya si kura-kura, "Jika yang kamu tahu hanya sumur ini?" Si katak tidak bisa melihat dunia dan hanya bagian  kecil langit yang terlihat dari dalam sana.


Si katak merasa tertantang, kemudian ia melompat dari sumur. Ia berdiri kagum, mengagumi langit yang tinggi, awan yang putih, laut yang dalam, dan burung-burung camar yang terbang. Katak sangat gembira dan dia kemudian pergi ke laut--dan tidak pernah kembali ke sumur yang gelap itu lagi.



 ***

Seringkali kita merasa dunia yang sedang kita jalani dan miliki saat ini adalah dunia terbaik. Cukuplah kita  ada di dunia kita ini, merasa nyaman dan tenang. Namun ternyata, di luar sana dunia itu jauh lebih luas dibandingkan apa yang ada di pikiran kita. Istilah "Katak dalam Sumur" ini mungkin familiar dengan istilah "Katak dalam Tempurung" jika di Indonesia. Perumpamaan itu menggambarkan 'sempitnya' pola pikir seseorang sehingga merasa betapa 'luasnya' apa yang telah dimiliki. Maka hati-hati lah ketika kita mulai merasa, "Aku cukup dengan keadaan ini", "Keadaan ini sudah cukup nyaman dan aman untuk saya", dsb. Mungkin itu pertanda kita berpikiran sama dengan si Katak.

Semakin tau betapa luasnya dunia, maka semakin tau betapa kecilnya kita. Hal ini berlaku juga sebaliknya. Dan sekalipun ada luas sekali dunia yang kamu kuasai, itu masih bagian 'kecil' milik-Nya. Jangan lupa bersyukur. :)

Hal ini pun kadang terjadi pada saya. Saya menyadari betul saya ini seperti katak yang merasa 'sumur' saya sudah cukup luas. Namun, semua pemikiran itu 'diobrak-abrik' oleh para kura-kura (read: dosen) yang akhir-akhir ini banyak sekali menceritakan tentang 'lautan' di luar sana. Inilah yang membuat saya semakin ingin keluar dari 'sumur' ini dan pergi ke 'lautan' yang mereka ceritakan. Saya tidak ingin selamanya berada dalam sumur gelap dan sempit ini. :)

And, so you are.

No comments: