9.10.2011

How Lucky I'm

Aku hanya ingin sedikit mengulas tentang apa yang harusnya aku syukuri. Sesuatu yang pada awalnya kupikir adalah sebuah kesalahan dan kegagalanku. Harusnya aku bersyukur, aku masuk Farmasi Unlam tanpa tes dan insya Allah dapat beasiswa. Lihat! Betapa aku beruntung. Jika dibandingkan dengan banyaknya pelajar sma lain yang betul-betul menginginkan untuk bisa masuk farmasi bahkan harus dengan cara ikut tes berulang kali. 

Sesekali aku membandingkan diri, ternyata aku beruntung. Lalu mengapa aku tetap memendam rasa bersalah pada diri sendiri hingga sekarang? Kenapa untuk memaafkan diri sendiri justru lebih sulit? Satu per satu pertanyaanku terjawab, jika aku tidak disini sekarang mungkin akan berbeda. Apa yang ku impikan, puluhan target masa depan yang ku tulis ada di sini, di depan mataku. Ada banyak sekali kesempatan di hadapanku. Semua itu akan berbeda jika aku tidak disini. 

Oleh karena itu, aku tengah belajar bagaimana mencintai duniaku. Jika aku tidak bisa memiliki apa yang aku cintai, maka aku akan mencintai apa yang aku miliki. Farmasi, mungkin itulah takdirku. Akan aku jalani, akan aku lalui segala rintangan yang ada untuk sebuah tujuan dan juga kebahagiaan.

2 comments:

Anonymous said... Reply Comment

Alhamdulillah ya sesuatu bgt :p

hehe.. iya nyu bener bgt, ^_^ q disini jg ngerasain hal yg sama spt u :) skarang udah mulai terbiasa dan menerima apa yg udah terjadi keke.. :) tetap semangat ya teman, dan makin rajin nulis blog nya.. ya :) q mengikuti pergerakanmu dari jauh haha.. maaf y nyu, bahasaku agak aneh nih :D

adreamer said... Reply Comment

wah, baru ngeliat komen kamu jannah, maaf baru bales sekarang. Wah,setia banget nih mantengin blog ku :p ternyata kuliah itu sibukkk :D jadi agak jarang bersih-bersih blog dan buat postingan baru :( sama ya.. sukses ya jan, smg bs jd dokter yg hebat! aamiin nopelah bahasa apa aja bs kok diterjemahin :))