12.13.2014

Use it or Loose it

Gambar dari sini
 Ada satu pernyataan dosen saya sewaktu kuliah yang membuat saya tertegun. Saat itu dosen saya mengatakan, tubuh kita memiliki prinsip Use it or Loose it. Ketika tidak digunakan maka kita akan kehilangannya. Kebetulan saat itu yang sedang dibahas adalah apa yang akan terjadi pada sistem pencernaan kita jika kita tidak menggunakannya. Kemudian beliau melanjutkan, bisa jadi anda akan kehilangan 'otak' anda jika tidak menggunakannya.

Saya jadi teringat di lain kesempatan pernah membaca artikel mengenai 'cara astronot makan'. Pernahkah kalian mendengar bahwa astronot di luar angkasa hanya membawa bekal berupa kapsul untuk makan? Di dalam kondisi seperti itu tentu saja tidak memungkinkan untuk makan seperti biasa. Maka dibuatlah kapsul berisikan zat-zat yang diperlukan tubuh sebagai gantinya.

Pernah terpikir bagaimana jadinya jika kita yang di bumi juga melakukannya? Kita hanya menelan, tidak lagi memerlukan proses mencerna sebagaimana biasanya. Bisa saja lambat laun, manusia di masa depan tidak bergigi. Sekali lagi mekanisme Use it or loose it mungkin sekali terjadi.

Kemudian beliau melanjutkan, ketika kita melakukan suatu kesalahan maka akan ada suara-suara kecil yang muncul dalam diri kita. Ada yang memperdulikan namun tak jarang sebagian kita mengabaikan. Seperti mekanisme yang telah disebutkan sebelumnya--Use it or Loose it--maka bisa diprediksi lambat laun suara-suara kecil itu akan hilang ketika kita tidak menggunakannya (dalam hal ini mengabaikannya).

Ini dia titik kritisnya. Ketika memiliki suatu prinsip dan idealisme terhadap kebenaran, maka jangan pernah sekali-kali mengingkarinya. Sekali diingkari, suara hati kita akan membisikkan itu salah. Namun, ketika berkali-kali dilakukan kemudian diabaikan maka kita akan 'kebal' dan menganggapnya tidak ada. Sesuatu yang di masa lalu dianggap salah, maka suatu saat bisa dianggap benar. Begitulah mekanisme ini berlangsung.

Oleh karena itu, hati-hatilah. Boleh jadi mekanisme ini sedang terjadi pada anda, tanpa disadari.

No comments: