5.26.2015

Undefined Happiness

Gambar dari sini
Kebahagiaan yang tak terdefinisikan.

Saya yakin setiap orang punya hal semacam ini. Setiap kita memiliki cara yang berbeda-beda dan unik dalam memperoleh kebahagiaannya. Suatu hal yang mungkin bagi saya membahagiakan, belum tentu membahagiakan bagi orang lain. Sebut saja, ada orang yang sangat bahagia ketika bermain dengan anak-anak. Ada pula yang bahagia karena bisa makan makanan kesukaannya. Atau bahkan bahagia karena bisa bermain hujan tanpa malu dengan usia. Kebahagiaan itu bisa amat sangat sederhana. Namun, tidak semua orang punya definisi yang sama untuk kebahagiaannya. Kita memiliki konsep yang berbeda. Namun, satu hal yang sama adalah kadang orang lain tidak mengerti konsep bahagia yang kita miliki dan vice versa. Mari kita menyebutnya sebagai kebahagiaan tak terdefinisi.

Seringkali perbedaan pemahaman ini membuat kita tidak bahagia. Karena kita tidak mampu mendefinisikannya dan orang lain tidak mampu memahaminya. Lantas mengekang kita mengekspresikannya. Misalkan saja, menurut saya mengumpulkan bunga liar itu menyenangkan. Saya bahagia hanya dengan memandangi bunga-bunga itu sekalipun hanya berupa foto. Namun, ada saja orang yang menganggap apa yang saya lakukan aneh atau sekedar tatapan yang  seolah berbicara "Ngapain ngumpulin begituan?".

Orang lain pun terkadang menuntut standar bahagia terhadap orang lain. Celakanya, kita mendefinisikan kebahagiaan menurut anggapan tersebut. Misal, bahagia menurut orang lain adalah ketika bisa memiliki gadget keluaran terbaru. Saat kita tidak merasa itu adalah sebuah bentuk kebahagiaan, namun orang-orang di sekeliling kita beranggapan demikian. Sehingga kita yang tadinya merasa aman-aman saja kemudian menjadi gelisah. Gelisah untuk menyamakan standar bahagia orang lain.Ruang gerak untuk mengekspresikan bentuk kebahagiaan versi kita pun terasa dibatasi. Kita menjadi memikirkan anggapan orang lain, di saat sebenarnya kita telah memiliki kebahagiaan versi kita sendiri.

Begitulah.. Setiap kita memiliki sesuatu yang disebut undefined hapinness, kita tak perlu membuat orang lain mampu mendefinisikannya. Kita hanya perlu melakukannya dan menikmati kebahagiaan versi kita sendiri tanpa perlu merasa khawatir.

Memangnya, kebahagiaan itu untuk siapa jika bukan untuk dirimu?

No comments: