3.11.2012

Agar Ngampus Nggak Sekedar Status

Pagi ini, ketika bangun tidur badan rasanya bener-bener sakit. Minggu ini emang minggu padat gue. Selain kebagian shift praktikum yang semuanya ngumpul dalam satu minggu, tadi malam emang puncaknya kegiatan musyawarah kerja himpunan. Gue salah satu panitia. Percayalah, meskipun bukan panitia dan mengikuti acara ini sampai selesai dijamin tetep capek. Acara berlangsung kurang lebih 12 jam (apalagi mubes yang 24 jam yak?

Di situ, ngebahas program-program kerja yang bakalan dikerjakan dalam setahun oleh himpunan di kampus gue yang tercinta inih :D Himafarama Avi Cenna. Yap, akhirnya gue keterima jadi salah satu dari salah sekian orang :D menjadi anggota Himafarma Avi Cenna. Sejak awal, sebelum kuliah memang organisasi kampus udah jadi salah satu pertimbangan gue untuk milih universitas. Simple, karena gue nggak mau ngampus yang sekedar status. Gue nggak mau siklus hidup gue cuma Kampus-Kos-Kantin-Kampus-Kos-Kantin, dst. Sejak SMA masuk organisasi dan secara nggak langsung dapet pengalaman, membuat berorganisasi itu gue semacam candu. Meskipun, banyak banget perbedaan antara organisasi di SMA dengan di kampus.


Di kampus, semuanya bener-bener mandiri. Gue bahkan merasa di sini gue "terpaksa" untuk bisa. Seperti saat gue jadi salah satu anggota sie.pubdekdok. Gue disuruh buat pamflet. Jujur, gue nggak punya pengalaman apa-apa tentang membuat pamflet. Tapi, karena "terpaksa" memenuhi tugas akhirnya gue bisa. Kemudian, ketika acara berlangsung, ada salah satu kakak tingkat yang entah iseng atau sengaja mengajukan ide mengganti moderator secara bergantian. Nggak usah ditanya lagi karena emang 2011 sebagai anggota dengan pangkat terendah akan menjadi sasaran empuk kakak-kakak tingkat. Sekali lagi gue "terpaksa" maju karena ditunjuk-tunjuk dan sejujurnya gue nggak suka acara tunjuk-tunjukkan. Gue pun jadi tumbal. -_-

Tetapi, karena keterpaksaan-keterpaksaan itu, gue jadi sedikit lebih berani dan percaya diri. Terkadang, selain kemauan kita butuh sedikit sentilan keterpaksaan untuk jadi bisa. :D Coba deh pikir-pikir lagi, berapa banyak hal-hal yang memaksa kalian untuk bisa. Gue berterima kasih kepada kakak-kakak tingkat di himpunan karena telah memaksa kami menjadi bisa, apalagi kritik-kritik yang dilayangkan ke kami memang terkadang cukup nggak nyaman didengar. Tapi, kami tau sebenernya itu adalah bentuk perhatian kalain. :D Itulah alasan gue ngebet masuk organisasi. Ilmu yang secara nggak langsung gue pelajari itu nggak ada di perkuliahan biasa. Ilmu yang bisa dibilang abstrak, nggak kelihatan. Tapi, orang-orang yang berkecimpung di situ pasti kelihatan bedanya.

Bukan suatu pengalaman atau pun ketenaran yang gue cari, karena secara nggak langsung itu semua bakalan gue dapet ketika masuk dalam organisasi. Kalau gue analogikan, ketika kita berada di tempat yang kotor, mau atau nggak suka atau nggak kita bakalan ikutan kotor, entah sedikit atau banyak. Sama kayak berorganisasi, ketika gue memutuskan untuk berkecimpung dalam organsasi, gue tau meskipun sedikit setidaknya gue akan dapat ilmu dan pengalaman. Banyak sedikitnya tergantung totalitas dalam menjalaninya, bener-bener mau nyemplung atau nggak. Jadi buat temen-temen yang baca ini, ngampus jangan sekedar status yak! :)

2 comments:

jannahkha said... Reply Comment

hai nyu... Akhirnya bisa kasih jejak... Hahahaha.... :D keren, q jg nyoba2 nih ikutan organisasi, walaupun yg no.1 tetep harus kuliahnya :D

adreamer said... Reply Comment

Organisasi apa jannah? maaf ya baru ngebales komenmu, kemaren2 aku juga susah mau balas. *akhirnya paham yg km maksud* :)) Msh perlu dibenahi nih blog ^^