7.04.2015

Memohon Ampunan

Siang ini, alhamdulillah saya dan teman-teman kembali mengadakan liqo dengan kak Vika. Bahasan siang ini adalah tentang Mulianya bulan Ramadhan. Kak Vika pun menyinggung amalan-amalan yang sebaiknya dilakukan di bulan Ramadhan. Salah satunya adalah waktu yang baik untuk berdoa, seperti pada saat berbuka. Saat tahu tentang baiknya waktu ini untuk meminta kepada Allah (bahkan beberapa orang pun sampai merekomendasikan membuat list permohonan), saya pun mencoba untuk memanjatkan banyak doa sewaktu berbuka. Namun, satu dua kesempatan saya dapati permintaan saya amatlah banyak. Saya ingin bisa lulus tahun ini, saya minta orang tua saya panjang umur dan selalu dilancarkan rezekinya, saya minta jodoh yang baik, dan banyak hal lainnya. Kadang, saya sampai ingin menangis karena sempitnya waktu sementara masih banyak hal yang ingin saya minta.

Namun di antara banyak hal yang dijelaskan kak Vika, ada satu hal yang sangat menarik bagi saya yaitu tentang meminta ampunan. Dikatakan, tidak akan bertakwa seseorang sebelum diampuni dosanya. Bulan Ramadhan adalah saat untuk memperoleh ampunan dan Ridho Allah. Memohon ampunan, adalah hal yang kadang terlupakan. Kita sibuk berpuasa, sibuk mengaji, sibuk sholat sunnah, sibuk bersedekah, bahkan saya sibuk meminta doa dikabulkan. Kita sibuk melakukan itu semua lalu melupakan hal yang tak tampak, sebuah pengampunan.

Saya pun berpikir, apakah mungkin doa-doa kita, amalan-amalan kita akan diterima oleh Allah saat kita belum mendapatkan ampunan-Nya? Apakah mungkin Dia memberikan Ridho-Nya? Bayangkan saja seperti ini, saat itu Ibumu sedang marah besar karena kamu melakukan sebuah kesalahan fatal. Apakah pada saat itu kamu berani untuk meminta uang jajan lebih? Apakah saat itu kamu berani berkata "Bu, aku pergi main dulu ya!" dengan sumringah. Tentu tidak. Kita tidak akan berani melakukan hal-hal semacam itu saat tahu kita memiliki kesalahan dan belum diberi maaf. Lantas, masih beranikah kita meminta banyak hal saat dosa kita masih menggunung? Masih beranikah kita dengan yakinnya merasa semua amalan kita diterima saat belum meminta ampun pada Allah?

Gambar dari sini
"Bila engkau berdoa dan waktu begitu sempit sementara dadamu dipenuhi sessak hajat yang begitu banyak, maka jadikan seluruh isi doamu agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi olehNya tanpa engkau memintanya."
-Ibnu Qayyim 

No comments: