From: www.viralnova.comMy dad giving his response to my concerns was such a moment for me. With a knowing smile he said, “Seth, you’re being totally selfish. So I’m going to make this really simple: marriage isn’t for you. You don’t marry to make yourself happy, you marry to make someone else happy. More than that, your marriage isn’t for yourself, you’re marrying for a family. Not just for the in-laws and all of that nonsense, but for your future children. Who do you want to help you raise them? Who do you want to influence them? Marriage isn’t for you. It’s not about you. Marriage is about the person you married.”
Kutipan tulisan itu saya ambil pada tanggal 5 November 2013. Sesekali saya buka dari Evernote saya, untuk mengingatkan, bahwa pernikahan itu bukan semata-mata tentang 'saya'.
Mungkin anda yang membaca tulisan saya akhir-akhir ini--sejak berkepala dua (umur)--merasa sedikit aneh atau semacamnya. "Kenapa sih harus membicarakan pernikahan terus? Apa itu yang disebut syndrome usia 20-an?"
Pertama, jawabannya adalah ya. Bagi kaum wanita, sepertinya sudah saatnya memikirkan hal tersebut, karena memang di usia ini undangan pernikahan teman mulai berdatangan. Tidak heran kan jika terlintas dalam pikiran mereka, "Aku kapan?". Setidaknya dalam waktu dekat akan menyusul, tidak sampai 5 tahun, karena itulah standar kebanyakan orang, di atas 25 tahun, anda pasti tau pandangan orang lain terhadap seorang wanita pasti berubah. Meskipun, pernikahan itu bukan soal siapa yang lebih dulu, tapi itulah yang terjadi di sekeliling kita.
Kedua, belajar soal pernikahan itu bukan aib. Itu adalah kewajiban, menurut pendapat saya. Kata ust. Abay, belajar nikah itu bukan aib. Sepertinya belajar dengan membina hubungan haram itu yang aib. Sayang, banyak yang berpikir sebaliknya. Sayang banyak yang tidak sadar membina hubungan sebelum pernikahan itu seperti memancing. Setelah strike, habislah keseruannya.Sementara belajar soal nikah, justru dianggap memalukan.
"Lo ngebet?"
Pertanyaan dangkal.
Ingatlah, menikah itu sama dengan separuh agama.




