Salah banget nonton ini pas lagi homesick. Udah nggak tahan mulai dari pertanyaan ketiga. T.T I remember my last hug with her and it was just... She even about to cry. Watch it and I shouldn't ask, you sure will cry (too).
Showing posts with label inspiring. Show all posts
Showing posts with label inspiring. Show all posts
11.15.2015
6.01.2015
Be Better
Seringnya sih seperti ini, kita merasa berhak untuk menilai orang lain saat kita merasa sudah lebih baik dibandingkan orang tersebut. Padahal, pemikiran kita terhadap orang tersebut, seperti dengan mudahnya menilai buruk adalah bukti bahwa kita pun belum benar-benar baik.
Bukankah, tugas kita hanyalah menjadi lebih baik dan saling mengingatkan? Sudah, cukup. Biarlah penilaian itu ditangani oleh yang seharusnya.
5.18.2015
Whole Package
"Dilepehin sama perempuan itu selalu lebih sakit daripada ditolak kerja. Kalau ditolak kerja, kita mikir bahwa pendidikan kita gak cukup baik untuk perusahaan itu. Atau kualifikasi kita gak cukup untuk perusahaan itu. Hanya satu aspek dari kita yang gak cukup bagus. Pendidikan. Lainnya, kita masih bisa bangga pada diri kita. Ketika ditolak seseorang, itu pusing. Soalnya orang cari jodoh kan ngeliat the whole package. Agamanya, kelakuannya, values yang dipegang, pendidikannya, materilnya. Ketika ditolak, yang terasa adalah this whole package... Gak cukup."
-Cakra (dalam Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya)
The whole package.. :)
5.11.2015
Wolf Children
Wolf Children adalah salah satu anime movie yang baru-baru ini saya tonton. Jujur saja, saya memang menyukai tema keluarga. Nah, movie yang satu ini nampaknya menjadi salah satu yang wajib kalian tonton jika memiliki selera genre movie seperti saya. Hehe.
Wolf Children bercerita tentang seorang wanita bernama Hana yang menikah dengan manusia setengah serigala. Tenang, ini bukan semacam sinetron atau film yang tersohor itu kok. Setelah melahirkan dua anak--Yuki dan Ame--sang suami meninggal. Oleh karena itu, Hana harus membesarkan kedua anaknya seorang diri.
Di sinilah permasalahan utama dalam film ini. Perjuangan seorang ibu tunggal membesarkan anak-anaknya, terlebih mereka bukanlah anak biasa namun anak setengah serigala. Ceritanya cukup menyentuh. Saya suka sekali dengan karakter Yuki dan Ame. Yuki yang selalu ceria sangat menggemaskan. Ame yang sangat rapuh hatinya juga lebih menggemaskan. Apalagi di Scene Hana mengelus Ame dan bilang "Daijoubu.. daijoubu.." Jadi kangen dielus ibu di rumah, Hehe.
Apa yang harus dilakukan Hana agar rahasia keluarga mereka tidak diketahui orang lain? Silahkan tonton film ini :)
![]() |
| How cute! :3 |
3.28.2015
Tomoya's Proposal
Pernah nonton Clannad + after story? Ini anime yang bagus. Saya suka temanya, juga pesan-pesannya. Meskipun ada bagian-bagian yang sulit dipahami. Dari sekian romantic scene-nya, ini yang paling saya suka. Tetap bertahan bersama orang yang kita sayangi meskipun keadaan tersulit dan terburuknya itu sesuatu bukan? Hehe. Nonton gih, ada komedinya juga.
3.26.2015
Haram?
![]() |
| Gambar nemu di |
Apakah di antara kalian pernah memikirkan hal semacam ini?
Saya tahu, mengubah lelucon menjadi sebuah 'pesan hidup' itu tidak asyik bukan? Namun, bagaimana jika tulisan tersebut benar? Bagaimana jika guraun yang mungkin hanya sekedar lalu itu pernah kita lakukan?
Kadang, kita mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Bahkan sialnya, sesuatu itu seperti lingkaran setan. Seperti kita mengambil pulpen, kemudian pulpen tersebut kita gunakan untuk mencatat. Lalu, kita belajar dari catatan tersebut, mendapatkan ilmu dan ilmu tersebut dipergunakan untuk bekerja. Jika diteruskan kita menghasilkan uang dari bekerja, dan uang itu kita gunakan untuk makan dst. Semuanya haram! Semuanya membuat kita menanggung dosa. Terdengar ekstrim memang, namun bagaimana jika itu benar? Kita seperti sedang ikut MLM saja, namun yang berkembang adalah dosa. Jangan-jangan nantinya kita akan sungguhan mendapatkan kapal pesiarr!! Haha tentu saja untuk membawa kita menuju neraka.
Sederhana saja.. Tapi, sanggupkah jika kita memikulnya?
#thoughtful
2.15.2015
1.22.2015
1.20.2015
Manfaat Menulis
Ah, saya senang sekali pagi ini saat membuka kolom komentar di blog dan ada yang merasa terinspirasi membaca tulisan saya. Hehe. Kalau kata anak sekarang sih, apalah aku ini cuma bubuk remukan rengginang yang tulisannya masih cupu dan jauh dari penulis-penulis hebat. Tapi tahukah kamu, salah satu alasan saya senang untuk berbagi di blog adalah karena adanya pembaca. Terlebih, jika orang-orang yang membaca tulisan saya memberikan feedback positif. Aih, senangnya.. Ketika saya rajin menulis di blog, terlihat pengunjung di blog ini lumayan meningkat atau konsisten. Sebaliknya, ketika saya jarang menulis di blog justru ada penurunan pembaca. Oleh karena itu, saya pun harus menjaga konsistensi saya dalam menulis. Apapun itu.
Saya jadi teringat, dulu sekali saat awal blog ini saya buat, hampir tidak ada yang membaca. Alih-alih memberikan feedback. Dulu pun, saya tidak memiliki kenalan dari blog. Belakangan saya justru menemukan teman baru melalui blog ini, tentu saja dengan penghubung tulisan saya. Mungkin hanya bermula dari berbagi file via email, namun bersambung menjadi perkenalan. Bagi saya ini pengalaman yang unik dan menyenangkan.
Maka dari itu, menulis memberi pengalaman tersendiri bagi saya. Saya mengetahui beberapa orang hebat melalui tulisan-tulisan mereka, meskipun mereka tidak mengenali saya. Sepertinya, menulis membuka beberapa peluang. Salah satu di antaranya adalah ditemukan. Seperti kata mas Wahyu Aditya:
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
(Rumah Kaca, 352) ― Pramoedya Ananta Toer
“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)” ― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations
“Jika Kau Bukan Anak Raja Dan Bukan Anak Ulama Besar, Maka Menulislah.” –Imam Al Ghazali
That's why we should write! :)
1.15.2015
12.27.2014
The Alchemist
"And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it."
Mungkin suatu hari nanti kamu akan menyadari bahwa kamu tidak memiliki banyak waktu lagi untuk mewujudkan hal-hal yang selalu kamu inginkan. Ini inti dari satu bagian dimana sang Raja bertemu dengan si bocah. Duh, bikin saya mikir sekali.
Saya jadi berpikir, jangan-jangan membaca buku ini adalah bagian dari konspirasi jagat raya untuk membantu saya mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya kadang pesimis, kadang ngeri karena bermimpi, dan takut. Dan buku ini.. membangkitkan lagi semangat saya.
Ah.. menyebalkan.
Mungkin saya akan menceritakan lengkap buku ini nanti.
9.27.2014
Dream and Work
Entah mengapa ilustrasi ini nampol banget menurut saya. Saya bermimpi, saya menuliskannya di jurnal, saya membaca buku-buku yang menyemangati, dan saya menceritakan beberapa mimpi saya pada teman-teman. Pun, saya menempelkan kertas besar di dinding kamar.
Ya, saya melakukan semuanya! Tapi apa jadinya, kalau ternyata selama ini saya hanya sibuk memimpikannya bukan memperjuangkannya? Semoga saja tidak, saya yakin saya sedang berproses menggapai semua mimpi-mimpi itu. Saya yakin sedang menujunya. :')
8.20.2014
What Have I done
Kemarin, saya hanya melihat lalu postingan ini.
Hari ini, saya tahu rasanya menanyakan pertanyaan tersebut pada diri sendiri.
7.20.2014
Berkemas
Hari ini adalah persiapan menuju KKN tahap 1. Meskipun hanya beberapa hari berada di desa rasanya berkemas tetap menjadi persoalan. Wanita memang agak repot soal ini dibandingkan pria. Sepertinya ada banyak sekali barang yang harus dibawa. Di saat seperti ini, semua hal/benda rasanya penting untuk dibawa.
Berkemas adalah salah satu hal yang cukup menarik. Terkadang, kita perlu ilmu atau bahkan sedikit trik untuk menjadikannya terasa mudah. Bahkan, saya sendiri memperlajarinya dari sebuah buku perjalanan Windy Ariestanty--di samping berdasarkan pengalaman.
Berkemas itu sama seperti kehidupan kita, kata Windy. Adakalanya, kita harus memilih mana barang yang harus dibawa dan mana yang tidak. Jangan sampai kita terlalu banyak membawa 'hal tidak penting' yang justru akan memberatkan perjalanan. Seperti itulah kita menyikapi hal-hal yang tidak cukup penting dalam kehidupan. Bagaimanapun, kita akan terus berjalan.
Kita dapat memilih, menikmatinya dengan ringan atau justru terlalu repot dengan bawaan--yang pada kenyataannya kerap kali tidak diperlukan.
*yang kita bawa dalam perjalanan: barang, dsb.
*yang kita bawa dalam kehidupan: orang, kenangan, beban, masa lalu, dsb.
Tulisan ini saya tulis pada 14 Juli 2014. Tulisan seputar KKN lainnya akan menyusul satu per satu. Kebetulan, 2 minggu ini saya habiskan untuk mudik ke Kaltim dan KKN sehingga belum sempat menuliskan semuanya di sini. Selain itu, di desa saya KKN tidak ada sinyal handphone (untuk kartu saya). Jadi, saya masih memikirkan cara untuk konsisten menuliskan #30DaysChallenge #KKN. Sejauh ini, saya masih menuliskannya di buku catatan saya. Selamat menyimak bagi yang berkenan. :)
Ketika si Kecil Bertanya
"Ma, kenapa habis hujan airnya bisa tembus ke dalam?"
Pertanyaan di atas saya dengar langsung dari seorang anak-anak yang bertanya pada ibunya. Saya tersenyum mendengar pertanyaan anak ini. Saya penasaran, akan jawaban sang ibu. Lalu ibu anak ini menjawab karena berembun. Jawaban yang cukup singkat menurut saya. Untungnya sih sepertinya si anak sudah puas.
Saya jadi mengerti, anak-anak memang punya rasa ingin tau yang sedang besar-besarnya. Sebagai orang tua yang bijak, saya rasa seharusnya orang tua mampu menyirami pikiran yang sedang 'haus' tersebut. Banyak orang tua yang menganggap sikap ini kurang menyenangkan dan mengganggu. Padahal, saat itulah otak anak sedang berkembang.
Sepertinya anak di mana saja punya ciri yang sama, ya rasa penasaran itu. Saya banyak membaca percakapan di status facebook seorang penulis. Berhubung dia adalah emak-emak, ada satu seri status tentang anaknya yang selalu menarik perhatian saya. Anaknya begitu cerdas dan sering menanyakan banyak hal. Bahkan, katanya di usia dua tahun sudah menanyakan arti tangungg jawab.
Pertanyaan di atas saya dengar langsung dari seorang anak-anak yang bertanya pada ibunya. Saya tersenyum mendengar pertanyaan anak ini. Saya penasaran, akan jawaban sang ibu. Lalu ibu anak ini menjawab karena berembun. Jawaban yang cukup singkat menurut saya. Untungnya sih sepertinya si anak sudah puas.
Saya jadi mengerti, anak-anak memang punya rasa ingin tau yang sedang besar-besarnya. Sebagai orang tua yang bijak, saya rasa seharusnya orang tua mampu menyirami pikiran yang sedang 'haus' tersebut. Banyak orang tua yang menganggap sikap ini kurang menyenangkan dan mengganggu. Padahal, saat itulah otak anak sedang berkembang.
Sepertinya anak di mana saja punya ciri yang sama, ya rasa penasaran itu. Saya banyak membaca percakapan di status facebook seorang penulis. Berhubung dia adalah emak-emak, ada satu seri status tentang anaknya yang selalu menarik perhatian saya. Anaknya begitu cerdas dan sering menanyakan banyak hal. Bahkan, katanya di usia dua tahun sudah menanyakan arti tangungg jawab.
6.21.2014
Random Night
Ceritanya sudah selesai ujian untuk semester ini. Betapa senangnya saya pada akhirnya bisa juga melewati semester dengan ambilan 10 mata kuliah ini. Fiuh! Ini ambilan terbanyak loh, sebelumnya saya cuma mengambil paling banter 9 mata kuliah. Sekedar curhat, mungkin kuliahnya nggak terlalu terasa, paling menyita 2 jam setiap minggunya. Yang agak bikin berat itu adalah ujiannya, tugasnya, diskusinya. :D Ya itu bisa dibilang semuanya nggak? At least, mata kuliah Interaksi obat yang saya ambil lumayan banyak manfaat sama kaitannya sih di semester ini. So far, nggak perlu disesali.
Malam ini, lepas sudah dari belenggu ujian berhari-hari itu. Saatnya refreshing otak, pilihannya jatuh pada maraton film! Haha. Ada tiga film yang saya tonton malam ini. Saya pilih secara random. Di antara ketiganya yang berkesan adalah yang terakhir, bergenre keluarga, love, life. Saya nggak milih-milih loh ya.. nontonya juga random kok. Film pertama cerita kisah cinta tapi yah.. terlalu klasik dan fantasi banget lah. Film kedua ternyata action -_-. Film ketiga, so touching!
Nggak perlu sebut judul filmnya ya, ketauan ntar nggak update-nya :D.
Setelah nonton film ini saya jadi bertanya-tanya, kenapa ya dua orang yang saling cinta--atau seenggaknya saling menyayangi--itu susah banget untuk jujur satu sama lain?
Kedua, pernyataan 'Ketika memang ditakdirkan bersama, Tuhan nggak akan menggerakan satu hati melainkan sekaligus dua-duanya' itu sepertinya benar. Dengan catatan, kita memperjuangkan orang yang tepat, yaitu orang yang tau jika ia sedang diperjuangkan.
Ketiga, perfect couple doesn't always perfect man and woman. Justru dengan segala kekurangan dan kepayahan yang dimiliki mereka udah kayak gembok sama kunci, klik aja gitu. Justru saling melengkapi. Wanita cantik pintar dan dewasa ini, siapa yang tau justru menitipkan kebahagiaanya pada seseorang yang dia katakan bodoh, payah dan nggak dewasa.
Terakhir, ada banyak pilihan dalam kehidupan kita. Namun, kita yang menentukan mana yang penting dan berharga untuk kita simpan dan prioritaskan. Contohnya, di sini si tokoh lebih memilih keluarganya dibanding pekerjaan.
Saya kira itu. :)
![]() |
| Ilustrasi |
6.07.2014
Di Balik Wanita Sukses
Faktor utama melejit atau tenggelamnya potensi seorang perempuan setelah pernikahan adalah keputusan dan tindakan suami.
Kita tentu sering mendengar bahwa di balik laki-laki sukses ada perempuan hebat. Sesungguhnya, di balik perempuan sukses pun ada laki-laki bijak.
Jika semua laki-laki dan perempuan bisa bersinergi dengan baik, maka sesungguhnya yang ada di dunia ini hanyalah laki-laki dan perempuan sukses.
Sari A. Rahmawati
dikutip dari sini
Sepakat!
6.01.2014
Rumus Memberi
Saya teringat sebuah pesan yang disampaikan oleh Pak Anis, salah satu dosen Kewirausahaan yang sangat menginspirasi. Tak jarang, begitu menggugah. Kuliah kewirausahaan memang lebih mirip dengan sedang mengikuti training motivasi. :)
Waktu itu, Pak Anis berbagi rumus matematis memberi.
Jika 1 : 1 maka hasilnya adalah 1. Ini adalah perumpamaan bagi mereka yang memberi 1 dan berharap kembali 1, impas, ia mungkin tidak akan kecewa atau bahagia.
Jika 1 : 2 maka hasilnya adalah 1/2 atau setengah. Ini adalah perumpamaan bagi mereka yang memberi 1 dan berharap kembali 2. Mereka pasti akan kecewa, karena seolah-olah yang diperoleh kembali tidak sebanyak pemberiannya.
Sedangkan jika 1 : 0 maka hasilnya adalah ~ (tak terhingga). Ini adalah perumpamaan bagi mereka yang memberi 1 dan tidak mengharapkan kembali. Maka, ketika kebaikan itu berbalik kepadanya seolah-olah sangat banyak jumlahnya. Tentu saja, karena berharap kembali saja tidak. Demikian rasa kecewa pun tentu tak ada, yang ada hanya perasaan bahagia.
Sekarang, anda pilih yang mana??
5.03.2014
Destiny: Pada Saatnya Kita Akan Mengerti
Hello.. everybody outthere.. Lumayan lama sejak terakhir kali saya ngepost di blog ya. Hehe. Dunnoe, sebenarnya rutinitasnya sama-sama saja, bahkan cenderung nggak sesibuk semester sebelumnya. Hanya saja, belakangan saya sendiri pun hanya menjadi silent reader di blog saya sendiri. Sekedar memantau. Ide pun banyak yang menguap begitu saja. Kali ini pun kembali (dengan postingan) karena baru saja menonton sebuah short movie. Dan yang ini tentu tidak kalah menarik dari yang sudah-sudah. Makanya saya share. :)
Sebelumnya daripada penasaran, coba tonton aja dulu film ini.
So, what do you think?
I think, life plays our destiny just like this.. Sebenarnya, kita nggak benar-benar tau takdir kita. Tapi, terkadang kita mereka-reka takdir, berusaha membuatnya semasuk akal mungkin, dan seolah-olah kita mengetahuinya. Padahal, di balik itu semua "Ya, Tuhan telah membuat skenario yang jauh lebih rumit dan indah, yang terkadang membuat kita bertanya-tanya, bahkan harus berputar-putar." Mungkin bukan persoalan yang sulit bagi-Nya untuk merubah segalanya, hanya saja, satu yang kita tak tahu dari itu semua. Tuhan lebih tahu, waktu terbaik untuk kita. Dan tentu saja, pada saatnya, kita pasti akan mengerti.
Subscribe to:
Posts (Atom)



























