Mungkin berita ini sedang hangat-hangatnya dibahas di media massa. Yap, tentang pengakuan kecurangan saat UN oleh siswa SD di salah satu sekolah di Jakarta Selatan. Banyak pihak yang bereaksi, baik pro maupun kontra. Rasanya geli melihat seolah-olah ini adalah hal baru dalam dunia pendidikan. Padahal, “penyakit” ini sudah lama menjangkit pelajar se-Indonesia bahkan menjamur. Saya disini bukan untuk mencari perhatian siapa pun atau mencela, hanya ingin memberikan sedikit tanggapan.
Anggap saja saya kritikus amatir, haha.
Melihat fenomena itu, saya nggak heran. Sebagai seorang pelajar, jujur, itu hal yang biasa. Tapi, saya salut dengan kedua orang tua anak itu yang dengan berani mengungkap kebenaran di tengah kecaman banyak orang. Sementara banyak orang yang menutup mata dan seolah tidak tau apa-apa. Mereka tidak peduli dengan yang namanya kejujuran, asalkan anak mereka lulus dengan nilai memuaskan, why not? Ya, itu mungkin kesimpulan saya yang subjektif tapi tidak bisa dipungkiri pada umumnya seperti itu. Meskipun banyak dukungan yang disuarakan, tapi kecaman juga tidak kalah banyak. Mulai dalam bentuk demonstrasi, caci-maki, sampai dengan tindakan yang mengarah kepada kekerasan.
Yang saya pikirkan adalah, kejujuran masihkah ada harganya. Saya tau, para ibu yang kontra dengan tindakan kedua orang tua anak itu realistis, tidak munafik dan naif. Toh, bukan hanya di sekolah itu tapi juga hampir di manapun kegiatan seperti itu ada. Ironisnya, orang yang berjuang untuk mempertahankan kejujuran malah dikecam dan dicela habis-habisan. Apakah ibu-ibu itu benar-benar kehilangan kepercayaan mereka pada kemampuan anaknya sampai-sampai melegalkan cara kotor?
Lalu, siapa yang harus disalahkan?
Semua berawal dari rasa khawatir, khawatir tidak lulus. Itulah yang mendasari semuanya. Secara tidak langsung, tuntutan agar lulus sudah menekan banyak pihak, mulai dari siswa sampai guru mereka. Ya, saya merasa ini adalah konflik kepentingan. Seorang guru, pasti mengharapkan posisi aman, mereka berusaha melalukan apapun agar tidak ada ganjalan saat evaluasi sistem pendidikan. Nilai siswa tinggi maka mereka aman. Itulah yang mendorong sebagian, bahkan rata-rata melakukan sedikit praktik kotor. Saya tidak sedang menjelek-jelekan posisi guru, karena toh siswa pun sebenarnya diuntungkan. Mungkin untuk siswa kelas menengah atas bisa sangat mengerti bahkan memaklumi dan dengan cerdas melakukan intrik semacam itu. Tapi tidak bisa dibayangkan anak-anak SD yang masih polos pun sudah dicekoki dengan politik kotor.
Bagaimana jadinya mereka beberapa tahun yang akan datang?
Mungkin sekolah tidak lagi melahirkan manusia terdidik, tapi penjahat terdidik yang bediri dibalik gelar pendidikan. Saat semua bertanya siapa yang patut disalahkan? Jawabannya pun jatuh pada sistem pendidikan, lagi dan lagi. Apa harus seperti itu? Saya pikir, ketika semuanya dijalankan dengan benar dan sesuai aturan, semua akan berjalan dengan baik. Tapi, in fact, sulit! Dunia tidak sebegitu naif nya.
Dan akhirnya saling tuding kesalahan, mungkin wacana menghapus UN akan benar-benar terjadi. Padahal, tiap tahun selalu ada evaluasi dan kemudahan-kemudahan tapi tetap saja dipermudah justru akan memperlemah.
Ok, author bukannya mau menghakimi. Saya sendiri bukan orang yang benar-benar suci ketika tau dan harus melakukan fakta tersebut. Ya, saya menyesali kondisi seperti itu. Tapi, satu hal yang saya sadari bertahan itu sulit. Hanya ada dua pilihan, ikut atau mati. Oleh karena itu, saya salut dengan keberanian anak SD itu. Seorang bocah yang lebih memilih mati, :) nice! Harusnya bangsa ini punya pemimpin yang benar-benar menjunjung tinggi kejujuran. Author berharap, ini adalah langkah awal untuk perbaikan. Tidak ada lagi tuding menuding, tapi menjalankan semuanya dengan benar dan bersih.
6.17.2011
6.08.2011
Tulislah Mimpimu
Mau percaya apa nggak, gue cuman sekedar pengen share. Ini tentang kisah aneh tapi nyata yang gue alami di suatu malam saat gue sendirian..
*DERRR!!*
Haha, kenapa jadi horor. Nggak kok, disini gue nggak mau cerita serem cuman sekedar pengalaman gue. Jadi gini, dulu gue pernah baca tulisan kakak kelas gue tentang mimpi.
Maksud mimpi disini luas, bisa cita-cita, apa yang lo inginkan, lo harapin, dll. Alkisah senior gue itu abis seminar, menghadiri talkshow, atau apalah namanya gue juga lupa. Dari acara itu dia dapat motivasi dari pembicara, beliau bilang, beliau suka menuliskan daftar mimpi-mimpinya kemudian beliau tempel di dinding kamarnya. Beliau sering sekali ditertawakan, tetapi beliau tidak peduli sampai akhirnya beliau bisa menjadi seperti apa yang ditulisnya. Senior gue pun dengan semangat berkobar-kobar menuliskan semua mimpinya yang hampir mencapai ratusan *wow*.
Gue pun turut termotivasi dari situ, why not? Gue cuma harus menulis semua mimpi gue. Akhirnya, gue mulai buat list hal-hal yang ingin gue capai di selembar kertas. Belum berani muluk-muluk gue tulis hanya belasan dan nggak nyampe ratusan. Gue sembunyiin itu kertas biar nggak ada yang liat, gue belum cukup bernyali untuk majang kertas itu sesuka hati di kamar yang bersliweran banyak manusia iseng ini. Haha
Waktu itu gue kelas 3 SMA tapi lupa semester berapa, 1 akhir kayanya. (^^' elaaahh.. Lupa mulu lu! Haha) Pas gue lulus SMA nggak sengaja ngeliat kertas itu, gue baca dan gue cuman bisa nyengir. (Sambil mikir, begini to mimpi gue di masa lalu)
Dari situ terlihat, hampir semua yang gue tulis bener-bener kesampean. Terutama yang jangka pendeknya, sisanya masih belum berhubung butuh waktu yang nggak sebentar.
Well, flashback to the "beliau" di tulisan senior gue. Ternyata bener, nggak ada yang nggak mungkin. Rite? Selama kita meyakini apa yang kita tulis dan menjadikannya sebuah motivasi. Tulislah mimpimu karena itu salah satu perencanaan masa depan. We can do it of course! Posso farle! (Gue suka banget kata-kata ini) (Posso farle! Posso farleee! Haha *melting*)
Dan sekarang gue nggak ragu lagi untuk nulis lebih banyak mimpi. Mungkin nanti kamar gue bakal gue penuhi dengan kertas-kertas yang gue tempel. Haha. Oh ya 1 lagi, *brb* nulis nikah sama oppa Kyuhyun. *plak* xD
Trust me guys, it work! #iklan
Tulis juga ya mimpi kalian, sebanyak-banyaknya. Ok? Posso farle! Posso farleee... !~
6.05.2011
How to Accept Friend Requests (versi gue)
Sebelum berkicau, gue akan review sedikit kenapa gue ninggalin dunia blogging cukup lama sampai blog ini lumutan. (#SokEksis :p)
Yap, pasca kelulusan bukan kesenangan di depan mata yang sedang menanti kami para fresh graduated, tapi hantu MASA DEPAN. Simplenya, huru hara daftar kuliah buat pusing kepala. Dan setelah dinyatakan lulus, gue yakin akan lebih berat lagi. (“Percayalah kuliah itu tak seindah dalam novel ataupun FTV,” xxxxx 18 tahun, Mahasiswi)
Baiklah, simpan semua kisah tentang nguli (baca : kuliah). Ntar bakal gue bahas di part terpisah setelah gue diterima. Aminn.. Kali ini, gue bakal bahas kriteria untuk mengkonfrim friend request on facebook (melambai-lambai berasa artis! xD). Nggak cuma gue, tiap orang pasti punya. Entah yang asal konfirm-konfirm aja, atau yang punya high standard.
Kalau gue nggak tau masuk yang mana, tapi dari jumlah temen gue yang ada seribuan rasanya gue ini ngasal nerima. Toh, pada nyatanya temen gue nggak sebegitu banyak kok. #NyengirKuda
Tapi sekarang gue mulai sadar, jangan asal terima friend request gitu aja. Why?
Pro : Punya banyak temen yang nggak 'cukup' dikenal itu berasa punya home layaknya tempat sampah. Banyak yang curcol babibubebo, mau komen tapi nggak kenal. Belum lagi kalau isinya 'maaf' berlebihan. Kalau facebook bisa ngomong, dia pasti udah ngedumel deh. Hehe
Kontra : Justru nggak kenal, makanya kenalan itu tujuannya berteman kan? (Iya sih, tapi nyatanya juga cuma beberapa aja yang bener-bener mau berteman, apalagi di dunia nyata.) Sebagai kawan harusnya menanggapi dan ngasih saran buat mereka yang bermasalah. (Maunya sih, tapi kenal aja kagak! ˇ~ˇ")
Makanya, gue mulai selektif menerima teman. Pertama gue buka profilnya, gue liat info tanggal lahirnya kalo jauh lebih tua dan tampang 'maaf' agak mupeng langsung tanpa pikir panjang gue ignore. :P
Semisal lolos dari segi umur dan wajah, langsung liat nama. Jujur, biar namanya sederhana alangkah lebih gue hargai kalau itu nama asli. Swear! Daripada yang namanya ngalah-ngalahin panjang jalan tol. :p
Simple kan, itu aja kok. Memang sih kadang gue mikir, mereka ngirim friend request itu artinya punya niat baik untuk berteman ataupun sekedar tau tentang kita.
Gue ngerti gimana rasanya request gue dianggurin sampe karatan nunggunya, padahal gue cuman pengen liat profil mereka terutama yang low profil dan protect profil mereka kalo yang wall nya nggak di protect sih nggak papa. Begitulah yang gue pikir ketika menolak friend request, mungkin mereka sekedar pengen tau sampe-sampe ada yang kirim pesan minta dikonfirm. Tapi, maaf gue orangnya nggak bisa terlalu 'open' jadi sekali lagi maaf. Asal standard di atas terpenuhi, why not to be friend? :)
5.08.2011
Ops! Salah Orang (lagi)!!!
Wahaha.. Pengen ketawa eh, tapi malu juga gue. :D Ini adalah perkara kedodolan gue yang nggak pernah ilang-ilang dari dulu, yaitu sering salah orang. Dan pengalaman hari ini kayaknya udah menunjukkan kedodolan gue yang akut. LOL
Jadi begini, tadi siang gue ngumpul-ngumpul bareng temen-temen Rzh, dll. Rencananya kami mau foto bareng YUI Lovers PPU buat dikirim ke YUI Lovers Indonesia terus entar dikirim lagi untuk diseleksi, dipilih untuk dimuat di albumnya YUI (Insya Allah :P) ngerti? Gk? Emang, ribet. :D
Janjiannya jam setengah 3 dan nyatanya ngaret sampe jam setengah 4, terus baru berangkat ke lokasi jam 4an deh kayaknya (nggak liat jam soalnya). Dengan sedikit berapi-api berangkatnya pun nggak barengan soalnya pada tunggu-tungguan sih, jadi ngaret. BT? Iyaaa... Siapa pun yang betah nunggu dalam kondisi cuaca yang panas dan gerah pasti gue acungin jempol kaki deh.
Sampe sana, sedikit terobati. Tempatnya (pantai) lumayan enak, daerah yang jarang terjamah, masih bersih, dan sejuuukkkk...
Tapi eh tapi, semuanya berubah pas gue ketemu si *tit*, gue pikir dia nggak bakal dateng eh ternyata dia malah dateng bareng si *tit kedua*. Arrggh.. Kesel gue! Bener-bener kesel. Sapa lo coba? Gue pikir smsnya yang bilang bakal dateng itu becanda, eh ternyata.. X| did u know how annoying u are? Ha?
Sudah-sudah, males banget inget yang satu ini. Acaranya juga nggak jauh beda sama pas ngumpul, nggak jelas! Cowok-cowok malah pada main bola, fotonya bentar doang, dan selebihnya pada main bola (lagi!!) Hedeh!
(--")
Gue dan temen-temen yang lain (yang nggak main bola) pada ngobrol dan foto-foto sendiri. Sampe akhirnyaa... Jam setengah 6, gue dapet sms yang isinya. “Udah sore, nggak usah pulang.” Datar sodara-sodara! Tapi gue udah nyadar, itu nyindir banget. Gue langsung buru-buru pulang. Dan baru inget pas hampir sampe rumah kalo gue belum beli bensin buat si biru. Hmmph.. Balik lagi dah jadinya. Dimana-mana nggak ada orang jual pulak, pada abis. Krisis BBM lagi cinn.. T.T
Ada sih nemu, tapi jualnya 2 literan. Yaudah deh terpaksa, padahal lagi cekat banget! :(
Daripada kena marah 2 kali gara-gara pulang sore + kondisi si biru tanpa bensin. Nah disinilah kedodolan gue terjadi.
Gue : “Mba, bensinnya!” hrrggh.. Lama banget! (Ngeliatin mba-mba lagi ngisi bensin ke motor seorang bapak-bapak)
Mba :“Ini de, isi sendiri aja ya..” (nyodorin corong bensin)
Gue :“Eh kok?”
(Si mba senyum, langsung cabut bareng bapak-bapak tadi) Sementara gue cumana bengong dan bertanya-tanya, kok mba nya malah pergi?
Gue baru ngeh kalo gue salah orang! XD
Huahaha.. Itu tadi pelanggan, bukan mba-mba bensin. Dia isi bensin sendiri ke motornya berhubung si penjual lagi sibuk sama anak-anak sekolah yang mukanya pada kehausan kek dari padang pasir. :p (Nggak tau ada acara apa tu di kompi-C)
Malu! Sumpah malu banget! Untung aja, mbanya baik dan nggak ngomel atau manyun gue kira mba-mba bensin. :D Maaf ya mbaa.. XD
Did u know? Masih ada banyak kisah konyol yang pernah gue alami, diantaranya :
⒈Pernah salah ngasih ucapan ultah di fb. Padahal gue udah semangat dan akraaaabb banget cuap-cuap HBD dan bla bla bla. Eh taunya, gue salah orang! Gue kira dia itu sahabat SD gue, eh ternyata namanya doang yang sama pas liat infonya ternyata umurnya jaooohh.. XD makanya sekarang jarang ngasih ucapan HBD lagi. Tau kan ya kenapa? Xp
⒉Pernah salah ngenalin temen SMP, waktu itu lagi lomba apa ya? CC PKN gitu kayaknya. Gue senyumin temen gue itu dari kejauhan. Dia senyum balik kayaknya, (?) (maklum mata minus + lagi nggak pake kacamata waktu itu) Pas gue datengin, ternyata temen SMP gue itu justru yang disebelahnya! XD
Untung dia nggak tau. Abisnya dia kurusan, jadi gue pangling. Yaudah gue sapa aja seolah-olah tidak terjadi apa-apa antara gue dan temennya itu. Hahaha
⒊Pernah pas berangkat sekolah, ada cewek naik mobil lalu berhenti. Dia buka kaca mobil dan tereak ngajak bareng gitu. Dia rada gendut jadi gue kira dia itu temen gue. Gue langsung aja tereak balik, “nggak usah, udah bareng sama lifah!”
Eh taunya ada 2 bocah lari-lari dari arah belakang gue dan naik tu mobil. Gue cuman nyengir kuda! Ternyata tu cewek nggak lagi ngomong sama gue. XD *kege-eran*
Sumpah yang ini malu-maluin banget, gue cuman berharap nggak ada yang liat. :D
Udah, segitu aja ya. Ntar makin lama makin banyak aib ku yang terbuka. Haha
*sok ber-image baik*
Yah, gue cuman bisa bilang sama diri sendiri. Nggak usah belagu tanpa kacamata! XD
5.07.2011
Love = Sand
Relationships of all kinds are like holding sand in
your hand
Hold it loosely with an open hand, the sand
remains where it is
The tighter you grasp it, the faster it trickles
through your fingers
Hold your relationship
loosely with respect and
freedom for the other person
it is likely to remain intact
But hold it too tightly, too possessively
then it will likely slips away.
#copas :D
5.06.2011
Namamu Identitasmu
Iseng walking on facebook home, lalu nemu nama-nama “unik atau aneh” ini. (Be carefull ya, sapa tau nama lo nyangkut disini)
Berikut komentar gue yaa.. :D
~Ricky Penjagha Bhumi → Sumpah salut gue, di tengah banyaknya penghuni bumi sekarang ini yang rata-rata egois dan individualis masih ada ternyata yang peduli. Tuh, dia rela jadi penjaga bumi coba. Mau nemenin Atlas kali yak! XD
~Namax Gausah Manizmanizkanqwudahmaniz → Kalo gue ketemu nih orang gue bakal tanya deh, “Neng anaknya pengusaha susu formula ya? Tuh namanya kaya slogan di iklan susu batita.” :D
Pada tau kan ya iklan apa.. Haha
~'Anhie Slalu Mncba
SmNgat' → Entah apa yang bakal Anhie lakukan, gue cuman bisa bilang. “Ayo Anhie lo pasti bisa, gue yakin lo pasti bisa semangat. Jangan berhenti mencoba ya..” :D
Asal jangan coba semangat bunuh diri aja. :p
~Abdulahwindapermanajust
Nowhaven'tgirlsfriends
Waitinguntilgoodtime → Gue bener-bener nggak nyaranin buat ngeja nama ini loh ya.. :D
Ya sedikit gue kasi tau, kayaknya dia lagi single dan sedang menunggu waktu yang tepat untuk mencari pasangan. Tapi sepertinya, dia bukan jo-jo-ba alias #jombongenes :p
~"Jellegh Sellalu
Nyonyok'' → Wah nama ini semacam pernyataan yak, kalo jelek pasti selalu nyonyok. Wah, prihatin gue sama orang jelek. Untung gue nggak jelek. xD
~'Indra
PengenNbrubah' → Ndra, pliss.. Lo boleh berubah tapi nggak begini caranya! (Nonton indra lagi ngelawan monster belalang) (Baca
: Power Ranger the Movie) LOL
~A'an
Sangtphelluphpa → Ya ampun an, gue kira gue doang yang pelupa. Ternyata ada orang senasib kayak gue.. T.T Akhirnya gue nemu partner mendirikan serikat pikun sedunia. :D
~Agung Iwow Pancing
Bawang → Wah kreatip ye nih orang, kebanyakan orang kan pada mancing ikan kan ya, nah dia malah mancing bawang. :D Mungkin nggak lama di TV bakal muncul acara Mancing ″Bawang″ Mania. Inget ya coming soon.. ;D
~'Bondan Sudah
Insyaf' → Alhamdulillah, gue bener-bener bersyukur akhirnya Bondan sudah insyaf. Sekarang waktunya kamu pulang nak.. (backsound : Bang Toyib)
~Imudz Pholephell → :D Waah, bersyukur banget ya diberkahi Tuhan imut selamanya. Oke, ntar waktu dia umur 60 tahun kita liat. Masihkah imutnya forever? xP
~Abdhy Aby Selalu
Salah → Kasian ya Abdhy nggak pernah bener, selaluuu aja salah. Huftt.. *galau*
Itulah beberapa nama yang gue comot dari friend list orang, bukan friend fb sendiri. :D
Jarang sih friend fb gue namanya aneh-aneh gitu (padahal nyari aman) ^^v
Sorry yak, namanya cuman buat lucu-lucuan. Itu nama beneran ada tanpa rekayasa loh.
Sekali lagi, peace!! ^^v
Berikut komentar gue yaa.. :D
~Ricky Penjagha Bhumi → Sumpah salut gue, di tengah banyaknya penghuni bumi sekarang ini yang rata-rata egois dan individualis masih ada ternyata yang peduli. Tuh, dia rela jadi penjaga bumi coba. Mau nemenin Atlas kali yak! XD
~Namax Gausah Manizmanizkanqwudahmaniz → Kalo gue ketemu nih orang gue bakal tanya deh, “Neng anaknya pengusaha susu formula ya? Tuh namanya kaya slogan di iklan susu batita.” :D
Pada tau kan ya iklan apa.. Haha
~'Anhie Slalu Mncba
SmNgat' → Entah apa yang bakal Anhie lakukan, gue cuman bisa bilang. “Ayo Anhie lo pasti bisa, gue yakin lo pasti bisa semangat. Jangan berhenti mencoba ya..” :D
Asal jangan coba semangat bunuh diri aja. :p
~Abdulahwindapermanajust
Nowhaven'tgirlsfriends
Waitinguntilgoodtime → Gue bener-bener nggak nyaranin buat ngeja nama ini loh ya.. :D
Ya sedikit gue kasi tau, kayaknya dia lagi single dan sedang menunggu waktu yang tepat untuk mencari pasangan. Tapi sepertinya, dia bukan jo-jo-ba alias #jombongenes :p
~"Jellegh Sellalu
Nyonyok'' → Wah nama ini semacam pernyataan yak, kalo jelek pasti selalu nyonyok. Wah, prihatin gue sama orang jelek. Untung gue nggak jelek. xD
~'Indra
PengenNbrubah' → Ndra, pliss.. Lo boleh berubah tapi nggak begini caranya! (Nonton indra lagi ngelawan monster belalang) (Baca
: Power Ranger the Movie) LOL
~A'an
Sangtphelluphpa → Ya ampun an, gue kira gue doang yang pelupa. Ternyata ada orang senasib kayak gue.. T.T Akhirnya gue nemu partner mendirikan serikat pikun sedunia. :D
~Agung Iwow Pancing
Bawang → Wah kreatip ye nih orang, kebanyakan orang kan pada mancing ikan kan ya, nah dia malah mancing bawang. :D Mungkin nggak lama di TV bakal muncul acara Mancing ″Bawang″ Mania. Inget ya coming soon.. ;D
~'Bondan Sudah
Insyaf' → Alhamdulillah, gue bener-bener bersyukur akhirnya Bondan sudah insyaf. Sekarang waktunya kamu pulang nak.. (backsound : Bang Toyib)
~Imudz Pholephell → :D Waah, bersyukur banget ya diberkahi Tuhan imut selamanya. Oke, ntar waktu dia umur 60 tahun kita liat. Masihkah imutnya forever? xP
~Abdhy Aby Selalu
Salah → Kasian ya Abdhy nggak pernah bener, selaluuu aja salah. Huftt.. *galau*
Itulah beberapa nama yang gue comot dari friend list orang, bukan friend fb sendiri. :D
Jarang sih friend fb gue namanya aneh-aneh gitu (padahal nyari aman) ^^v
Sorry yak, namanya cuman buat lucu-lucuan. Itu nama beneran ada tanpa rekayasa loh.
Sekali lagi, peace!! ^^v
5.03.2011
Bambong Oh Bambong
Libur, nggak sekolah, daan bambong! Semenjak hari perpisahan kemaren. (Sorry ya nggak buat postingannya, sebenernya udah ada tapi malu menerbitkannya). Ya anggap aja seru banget! (Seruuu..! --") That's it! Nggak punya kerjaan. Garing banget eh.. 2 minggu lagi baru pengumuman, seharusnya masa-masa ini ku manfaatkan buat belajar sebelum SNMPTN ya jaga-jagalah.. Tapi, hasrat untuk nggak membuka buku pelajaran lagi tinggi-tingginya nih. Haha
Balas dendam setelah persiapan UN yg terus-terusan dicekokin pelajaran. Ada banyak banget ide di kepalaku, pengen ngerjain ini ngerjain itu. Berikut adalah kerjaan yang pengen kulakuin buat ngisi libura:
- Pengen belajar masak. Nggak tau nape, pengen banget dah bisa masak cem-macem soalnya liburan itu jadi doyan makan. :D (resiko penimbunan lemak dan kalori sangat besar) tapii... Nggak juga tuh sampe sekarang aku memperbanyak aktivitas dapur. Haha. Diajak ke pasar aje nih susahnya minta ampun.. (Abisnya, mumet kalo ngeliat orang banyak pada sliweran. Apa lagi yang dikit-dikit nanya. “Anaknya ya bu? Wah, sudah besar ya..” aku mah nyengir doang kalo udah jadi bahan omongan emak dkk, hehe
- Pengen banget memperdalam ilmu ngejait ku. Waktu itu nonton tv kan ya, baru ngeliat cewek masi muda suka design baju dari baju-baju kuno, dirangkai jadi baju yang baru dan hasilnya, great! Bagus banget, kreatif abis! Pengeennn.. Apalagi sampe sekarang belum nemu juga ane cara ngejait kain flannel. Masi penasaran.. >.< pengen nyulam, waa..Tapi, jangankan itu semua. Nyentuh mesin jahit itu pun tidak sama sekali. :D Abis, kalo aku aja yang pake langsung ngambek, benangnya ruet-ruet. Ellaah.. Dia sungguh pilih kasih! Hiks.. Huft huft :'( :p
- Yang ketiga, ngeliat emak ku sukses berkebun aku jadi iri. Masa iya aku nggak bisa sih. Padahal, aku kan udah merancang pengen punya rumah impian yang penuh dengan bunga, ada yang merah ada yang putih. :D Oke deh, itung-itung latian berkebun. Coz, i like flowers.. :)). Tapii.. Boro-boro berkebun, nyapu halaman rumah aja udah tepar. Haha. Gimana nggak, luaasss cinnn... :D
Itu adalah sejumlah ide-ide yang terkesan feminin (bangett :D). Dan taukah anda, kalo jatohnya aku malah sukses menjadi tukang ojek. T.T. Iya, inilah nasib seorang kakak yang memiliki adik terakhir yang manja. Jadi tiap hari, aku jadi ojeknya. Antar-jemput pulang-pergi ke sekolahnya. Huhu.
Selain itu, apalagi kerjaan mati kakak beradik kalo nggak perang. Haha. Aku adalah lawan tempur di setiap kesempatan. Entah rebutan tv, kamar mandi, dan apapun yang bisa direbutin. Sebenernya mah, boring juga di rumah terus. Tapi apa daya kantong tak sampai. :D Bosen juga aku malak kakakku.. Sadis, masa dikit-dikit.. “kak..” (Ngulurin tangan sambil kedip-kedip) haha
Ya, alhasil kerjaanku di rumah adalah mencari kerjaan dan mencoba melakukan sesuatu yang sangat tidak ingin dilakukan sebenernya. Dan aktivitas ng-blog ini adalah 1 cara mengusir kebosananku, supaya nggak pasif-pasif amat. Bulan ini kurang produktif banget eh.. Ya itu deh pokoknya dilema jadi bambong. Mendingan jadi pengacara, pengangguran banyak acara. :D
Subscribe to:
Posts (Atom)
